Gas Elpiji 3 Kg Langka, Harga Melonjak di Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, masyarakat Kota Sungai Penuh mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Selain itu, harga gas melon melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pantauan wartawan menunjukkan pedagang menjual elpiji 3 kg sekitar Rp35 ribu per tabung, padahal pemerintah menetapkan HET di wilayah Jambi sebesar Rp18.500 per tabung di pangkalan resmi.

Kekhawatiran Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Masyarakat berpenghasilan rendah mengaku khawatir karena mereka sangat bergantung pada elpiji subsidi untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap pemerintah memastikan ketersediaan gas dan mengawasi distribusinya agar tepat sasaran.

Baca Juga :  Wako Alfin Hadiri Rakor Operasi Ketupat 2026 Jelang Idulfitri

Lebih lanjut, kelangkaan dan lonjakan harga ini semakin memberatkan masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan saat kebutuhan rumah tangga meningkat.

Pedagang Mengaku Kesulitan

Seorang pedagang gorengan di Pasar Kota Sungai Penuh menyatakan ia kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg untuk menunjang usahanya. Ia menambahkan, bahkan jika tersedia, pedagang menjual gas dengan harga jauh lebih tinggi dari biasanya.

“Saat ini gas elpiji 3 kg sulit dicari. Kalaupun ada, pedagang menjualnya sekitar Rp35 ribu per tabung. Kondisi ini menyulitkan kami yang bergantung pada gas untuk usaha, apalagi dagangan sedang sepi,” ujar pedagang yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Baca Juga :  HMI Cetak Calon Pemimpin Muda Lewat School of Leadership

Harapan Pengawasan Lebih Ketat

Pedagang itu berharap pemerintah dan pihak terkait segera meningkatkan pengawasan distribusi elpiji subsidi agar kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar tidak terjadi. Selain itu, sejumlah warga menduga distributor menjual di luar jalur resmi. Mereka meminta pemerintah daerah dan pihak terkait memperketat pengawasan sehingga elpiji 3 kg sampai kepada masyarakat yang berhak.

Tindakan Tegas untuk Pelanggaran

Masyarakat menekankan, apabila aparat menemukan distributor yang menyalahgunakan penyaluran gas subsidi, aparat harus segera menindak. Dengan demikian, ketersediaan elpiji tetap terjaga dan pedagang menjual harga sesuai HET.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Wako Alfin Titip Pesan Penting kepada Pengurus PKPS Sungai Penuh, Ini Harapannya
Sekda Alpian Hadiri HLM TPID Jambi, El Niño dan Harga Pangan Jadi Sorotan
Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Ini Fokus Akses Keuangan Sungai Penuh
Hari Santri 2026 di Sungai Penuh, Hardizal Soroti Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa
Hutri Randa Angkat Kedekatan Kerinci–Sungai Penuh, Festival Budaya Kerinci Jadi Momentum Kolaborasi
Asesmen JPT Sungai Penuh Berlanjut November, BKAD hingga Sekwan
8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, Bagaimana Nasib 1.513 Lainnya? BKPSDM Buka Suara
Desa Aur Duri Jalani Penilaian Anti Korupsi, Pemkot Sungai Penuh Bidik Perubahan Tata Kelola
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Wako Alfin Titip Pesan Penting kepada Pengurus PKPS Sungai Penuh, Ini Harapannya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Sekda Alpian Hadiri HLM TPID Jambi, El Niño dan Harga Pangan Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Hari Santri 2026 di Sungai Penuh, Hardizal Soroti Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Hutri Randa Angkat Kedekatan Kerinci–Sungai Penuh, Festival Budaya Kerinci Jadi Momentum Kolaborasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Asesmen JPT Sungai Penuh Berlanjut November, BKAD hingga Sekwan

Berita Terbaru