SOLOK SELATAN – Bantuan UMKM Solok Selatan 2026
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperluas peluang ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tahun ini, pemerintah daerah mengalokasikan bantuan sarana dan prasarana produksi untuk 260 pelaku usaha agar mereka mampu meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnis.
Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Melalui dukungan peralatan usaha, Pemkab Solok Selatan ingin mendorong pelaku UMKM meningkatkan produktivitas, memperluas pemasaran, hingga membuka kesempatan kerja baru.
Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama Wakil Bupati H. Yulian Efi menyerahkan langsung bantuan tersebut di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Solok Selatan, Padang Aro, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesinambungan program pemberdayaan UMKM.
Empat Tahun Berjalan, Pemkab Solsel Jangkau 1.544 UMKM
Khairunas menjelaskan bahwa program penguatan UMKM bukan sekadar kegiatan tahunan. Pemerintah daerah terus menjalankan program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
“Pada tahun 2026 ini, program tersebut telah memasuki pelaksanaan yang keempat. Secara akumulatif sejak tahun 2023, Pemkab Solok Selatan telah menjangkau sebanyak 1.544 pelaku UMKM di seluruh wilayah kabupaten,” kata Khairunas, Senin siang.
Angka tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam memperluas dukungan terhadap pelaku usaha. Selain itu, pemerintah juga melihat UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat.
Berdasarkan data sektoral, Solok Selatan memiliki 11.505 pelaku UMKM. Jumlah itu mencakup 11.310 usaha mikro, 173 usaha kecil, dan 22 usaha menengah.
Para pelaku usaha tersebut mengembangkan berbagai sektor ekonomi. Mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, jasa, industri pengolahan, kerajinan, hingga perdagangan.
Khairunas Dorong UMKM Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing
Menurut Khairunas, UMKM memiliki peran besar dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Sektor ini tidak hanya menopang pendapatan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja dan membantu mengurangi pengangguran.
Karena itu, ia mengingatkan para penerima bantuan agar merawat serta memanfaatkan peralatan secara maksimal. Jangan sampai bantuan tersebut hanya memenuhi kebutuhan sesaat tanpa memberikan perkembangan berarti bagi usaha.
“Jangan hanya sekadar bertahan, tetapi bagaimana bisa berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta manfaatkan teknologi digital sebagai sarana produksi dan pemasaran produk,” tegasnya.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, pelaku UMKM perlu mengikuti perubahan perilaku konsumen. Mereka dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan produk, menjangkau pelanggan baru, dan memperluas pasar.
Dengan strategi tersebut, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan omzet sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Pemkab Solsel Siapkan Bantuan untuk 100 UMKM Tambahan
Pemkab Solok Selatan tidak berhenti pada penyaluran bantuan kepada 260 pelaku usaha. Pemerintah daerah juga menyiapkan perluasan program melalui pengadaan bantuan untuk 100 pelaku UMKM pada gelombang berikutnya.
Saat ini, proses pengadaan tambahan tersebut masih berjalan. Jika seluruh tahapan selesai, pemerintah dapat memperluas jangkauan program kepada lebih banyak pelaku usaha.
Namun, penguatan UMKM membutuhkan lebih dari sekadar bantuan peralatan. Pelaku usaha juga memerlukan peningkatan keterampilan, pendampingan, serta dukungan untuk memenuhi standar produk dan kebutuhan administrasi usaha.
Gerakan Pangan Murah Bantu Jaga Daya Beli Masyarakat
Di sela penyerahan bantuan UMKM, Pemkab Solok Selatan turut menghadirkan Gerakan Pangan Murah dan bazar murah. Kegiatan ini mempertemukan upaya pemberdayaan ekonomi dengan langkah menjaga daya beli masyarakat.
Melalui kerja sama dengan Perum Bulog, panitia menyediakan beras, minyak goreng, dan gula pasir. Sementara itu, Dinas Pertanian menghadirkan layanan penanganan stunting.
Kegiatan lintas sektor tersebut menyasar kebutuhan masyarakat dari berbagai sisi. Pemerintah ingin menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga.
Dengan demikian, program pemberdayaan UMKM berjalan beriringan dengan upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Khairunas Instruksikan OPD Dampingi Pelaku UMKM
Khairunas juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar terus mengawal perkembangan usaha para penerima bantuan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berhenti pada kegiatan penyerahan peralatan. Sebaliknya, setiap OPD harus memastikan bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha masyarakat.
Untuk itu, Khairunas meminta jajaran OPD menjalankan monitoring dan evaluasi secara berkala. Pemerintah juga perlu memberikan pelatihan, mendampingi pelaku usaha, serta membantu mereka mengurus sertifikasi sesuai kebutuhan produk.
Langkah tersebut penting agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas produksi, memenuhi standar usaha, dan memperluas jangkauan pemasaran.
FAQ
1. Berapa jumlah pelaku UMKM yang menerima bantuan pada 2026?
Sebanyak 260 pelaku UMKM menerima bantuan sarana dan prasarana produksi dari Pemkab Solok Selatan.
2. Siapa yang menyerahkan bantuan kepada pelaku UMKM?
Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama Wakil Bupati H. Yulian Efi menyerahkan bantuan secara langsung.
3. Kapan dan di mana kegiatan penyerahan bantuan berlangsung?
Kegiatan berlangsung pada Senin, 2 November 2026, di RTH Solok Selatan, Padang Aro.
4. Berapa jumlah UMKM yang telah dijangkau sejak 2023?
Pemkab Solok Selatan telah menjangkau 1.544 pelaku UMKM sejak 2023 hingga pelaksanaan program tahun 2026.
5. Apakah Pemkab Solok Selatan akan menambah penerima bantuan?
Ya. Pemerintah daerah tengah menjalankan proses pengadaan bantuan untuk 100 pelaku UMKM pada gelombang berikutnya.
6. Apa langkah pemerintah setelah menyerahkan bantuan peralatan?
Pemkab Solok Selatan meminta OPD terkait melakukan monitoring, evaluasi, pelatihan, pendampingan usaha, serta membantu pengurusan sertifikasi produk.
7. Apa tujuan utama program bantuan UMKM tersebut?
Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas usaha, memperkuat ekonomi keluarga, memperluas lapangan kerja, dan membantu menekan angka kemiskinan di Solok Selatan.(Tim)










