SUNGAI PENUH – Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh
STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh mulai memperkuat langkah menuju universitas dengan menyiapkan kepemimpinan, pengembangan program studi, dan pembangunan fasilitas kampus. Langkah ini membawa harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang mendambakan perguruan tinggi dengan pilihan pendidikan lebih luas.
Untuk menggerakkan agenda tersebut, STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh melantik tiga pimpinan periode 2026–2030 pada Senin (26/10/2026). Prosesi berlangsung di aula kampus, Kumun Mudik, sekitar pukul 09.30 WIB, dengan menghadirkan unsur pimpinan Muhammadiyah, pemerintah daerah, Forkopimda, dan tokoh masyarakat.
Pelantikan ini menjadi awal penting bagi kepemimpinan baru dalam mengembangkan institusi pendidikan tinggi di wilayah Sakti Alam Kerinci. Selain memperkuat tata kelola kampus, jajaran pimpinan juga perlu menyiapkan sumber daya manusia, program akademik, dan sarana pendukung agar rencana transformasi berjalan sesuai ketentuan.
Mahli Zainudin Pimpin STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh
Prof. Dr. Mahli Zainudin, M.Si., kini memimpin STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh untuk periode 2026–2030. Guru besar asal Sakti Alam Kerinci ini memiliki pengalaman panjang dalam Persyarikatan Muhammadiyah dan dunia pendidikan tinggi nasional.
Mahli juga pernah berkarier di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sebelum menerima amanah sebagai ketua, ia menjabat Wakil Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah setelah memimpin LAZISMU Pusat.
Sementara itu, Tri Saswandi, S.Pd., M.Pd., mengemban tugas sebagai Wakil Ketua I. Kandidat doktor dari Universitas Jambi tersebut memiliki pengalaman sebagai dosen senior dan menguasai bidang kepemimpinan perguruan tinggi.
Adapun Dr. Efriana Jon, M.Pd., menjabat Wakil Ketua II. Pengalamannya di dunia akademik turut memperkuat jajaran pimpinan dalam mengembangkan kualitas pendidikan dan tata kelola kampus.
Dengan kombinasi pengalaman tersebut, ketiganya perlu menyatukan visi dan memperkuat kerja sama sivitas akademika. Kolaborasi ini menjadi salah satu modal penting untuk mendorong pengembangan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh menuju universitas.
PP Muhammadiyah Dorong Kampus Segera Bertransformasi
Wakil Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Dr. Hendro Widodo, S.Pd.I., M.Pd., menghadiri acara tersebut sekaligus melantik ketiga pimpinan.
Sejumlah tokoh turut mengikuti agenda itu. Mereka antara lain perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Jambi, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, unsur Forkopimda, serta para pemangku kepentingan dari kedua daerah.
Dalam sambutannya, Hendro menegaskan bahwa STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh perlu bergerak bersama untuk mewujudkan cita-cita masyarakat. Ia optimistis kepemimpinan baru mampu memperkuat persiapan menuju universitas yang memiliki daya saing nasional.
Menurut Hendro, dukungan organisasi Muhammadiyah, sivitas akademika, pemerintah, dan masyarakat memegang peranan penting dalam proses tersebut.
“Tidak muluk-muluk, kita wujudkan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Menjadi Universitas. Ini amanah Muhammadiyah kepada Pimpinan yang baru dilantik tentunya dengan sinergitas seluruh Sivitas Akademika, PP Muhammadiyah, PWM, PDM, dan stakeholders”, tegas Hendro Widodo.
Pernyataan itu menegaskan bahwa transformasi kampus membutuhkan kerja sama yang konsisten. Karena itu, jajaran pimpinan perlu menyusun langkah terukur agar pengembangan institusi berjalan seiring dengan peningkatan mutu akademik.
Mahli Siapkan Kampus Modern untuk Generasi Muda Kerinci
Setelah menerima amanah kepemimpinan, Mahli Zainudin menyampaikan tekadnya untuk menghadirkan universitas berkualitas di tanah leluhurnya. Ia ingin generasi muda Kerinci, Sungai Penuh, dan daerah sekitar memperoleh akses pendidikan tinggi yang lebih luas tanpa harus selalu meninggalkan kampung halaman.
Mahli juga menyampaikan rencana pembangunan gedung kampus dengan desain modern. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kegiatan akademik dan memperkuat kesiapan kampus menuju universitas.
“Alhamdulillah, terima kasih atas amanah besar ini. Saya dan seluruh sivitas akademika yang ada sungguh-sungguh berkomitmen mewujudkan mimpi besar masyarakat kita. Sebentar lagi gedung kampus yang estetik dan modern akan berdiri kokoh di Ranah Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Ini menjadi pertanda bahwa sebentar lagi Universitas akan ada di Sakti Alam Kerinci”, ungkap Mahli dengan penuh semangat.
Komitmen itu sekaligus menempatkan peningkatan mutu pendidikan sebagai salah satu prioritas kepemimpinan baru. Namun, pembangunan gedung saja tidak cukup. Kampus juga perlu memperkuat kualitas dosen, tata kelola, kurikulum, dan berbagai persyaratan akademik sesuai ketentuan pemerintah.
Dengan demikian, rencana perubahan status menjadi universitas perlu berjalan melalui tahapan yang jelas, terukur, dan memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.
Lima Program Studi Masuk Tahap Persiapan
Selain menyiapkan pengembangan fasilitas, STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh mulai memperluas rencana akademik melalui persiapan sejumlah program studi baru.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, pihak kampus saat ini menjalankan rangkaian seleksi tim penyusun dan calon dosen untuk lima program studi. Kelimanya meliputi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Hukum, Manajemen, Bisnis Digital, dan Agribisnis.
Rencana tersebut menunjukkan upaya kampus untuk memperluas bidang pendidikan di luar fokus keguruan dan ilmu pendidikan. Dengan pilihan program yang lebih beragam, kampus berpeluang menjangkau calon mahasiswa dengan minat dan kebutuhan pendidikan berbeda.
Di sisi lain, program Hukum, Manajemen, Bisnis Digital, dan Agribisnis juga berpotensi mendukung kebutuhan tenaga profesional di daerah. Bidang-bidang tersebut memiliki kaitan dengan pelayanan hukum, pengelolaan usaha, perkembangan ekonomi digital, serta penguatan sektor pertanian.
Meski demikian, masyarakat perlu membedakan tahap persiapan dari pembukaan program studi secara resmi. Kampus tetap harus memenuhi persyaratan sumber daya manusia, kurikulum, sarana prasarana, dan perizinan sebelum menerima mahasiswa melalui program-program tersebut.
Transformasi Universitas Jadi Harapan Masyarakat Sakti Alam Kerinci
Pelantikan pimpinan baru, persiapan program studi, dan rencana pembangunan kampus menjadi bagian dari agenda pengembangan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh. Seluruh langkah itu membutuhkan perencanaan matang serta dukungan berkelanjutan dari Muhammadiyah, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Bagi Kerinci dan Sungai Penuh, kehadiran universitas berkualitas berpotensi memperluas akses pendidikan, meningkatkan kompetensi generasi muda, serta mendukung kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
Karena itu, masyarakat kini menaruh harapan kepada Mahli Zainudin bersama Tri Saswandi dan Efriana Jon untuk menerjemahkan visi tersebut menjadi langkah nyata. Keberhasilan transformasi nantinya tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada mutu lulusan, kualitas pembelajaran, dan kontribusi kampus terhadap kemajuan daerah.
FAQ
1. Siapa pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh periode 2026–2030?
Prof. Dr. Mahli Zainudin, M.Si., menjabat Ketua. Tri Saswandi, S.Pd., M.Pd., menjabat Wakil Ketua I, sedangkan Dr. Efriana Jon, M.Pd., menjabat Wakil Ketua II.
2. Kapan pelantikan pimpinan berlangsung?
Pelantikan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, sekitar pukul 09.30 WIB di aula kampus STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh, Kumun Mudik.
3. Apa target utama kepemimpinan baru?
Jajaran pimpinan menargetkan transformasi STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh menjadi universitas, sekaligus meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas pilihan program studi.
4. Program studi apa saja yang sedang dipersiapkan?
Kampus sedang menyeleksi tim penyusun dan calon dosen untuk program PGSD, Hukum, Manajemen, Bisnis Digital, dan Agribisnis.
5. Apakah STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh sudah resmi menjadi universitas?
Belum berdasarkan informasi dalam laporan ini. Kampus masih menyiapkan proses transformasi dan perlu memenuhi persyaratan serta memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
6. Apa manfaat kehadiran universitas bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh?
Universitas dapat memperluas akses pendidikan tinggi, menyediakan pilihan program studi yang lebih beragam, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendukung kebutuhan pembangunan daerah.(Tim)









