JAMBI – Sekda Alpian hadiri HLM TPID Jambi
Ancaman El Niño dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuntut pemerintah daerah memperkuat langkah pengendalian inflasi. Kedua kondisi tersebut berpotensi mengganggu produksi pertanian, mengurangi pasokan pangan, dan mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Langkah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi Semester II Tahun 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sungai Penuh, Alpian, S.E., M.M., mengikuti pertemuan tersebut pada Jumat (23/10/2026) di Swiss-Belhotel Jambi. Ia hadir mewakili Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., bersama para kepala daerah dan pemangku kepentingan dari berbagai instansi.
Wakil Gubernur Jambi Tekankan Sinergi Antardaerah
Wakil Gubernur Jambi, H. Abdullah Sani, membuka HLM TPID tersebut. Kegiatan ini turut menghadirkan para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam arahannya, Abdullah Sani menekankan pentingnya sinergi antarpemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi agar berbagai tantangan di sektor pangan tidak memicu tekanan inflasi yang semakin membebani masyarakat.
Selain itu, pemerintah perlu mencermati dampak El Niño dan ancaman karhutla terhadap sektor pertanian. Kedua kondisi tersebut dapat mengganggu kegiatan produksi, menurunkan hasil panen, bahkan memicu gagal panen.
Jika produksi menurun, pasokan sejumlah komoditas pangan berpotensi menyusut. Akibatnya, harga di pasaran dapat meningkat dan mengurangi kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemkot Sungai Penuh Perkuat Koordinasi Pengendalian Inflasi
Kehadiran Alpian dalam pertemuan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi bersama Pemerintah Provinsi Jambi dan daerah lainnya.
Melalui forum ini, pemerintah daerah mendorong langkah antisipatif untuk menghadapi risiko yang dapat mengganggu stabilitas harga. Koordinasi lintas sektor juga membantu pemerintah merumuskan strategi sesuai kondisi dan kebutuhan setiap daerah.
Bagi Kota Sungai Penuh, upaya tersebut perlu berjalan melalui pemantauan harga kebutuhan pokok, pengawasan ketersediaan pasokan, serta koordinasi dengan pihak terkait ketika muncul potensi kenaikan harga.
Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah dapat merespons perubahan kondisi pasar secara lebih terarah. Selain itu, koordinasi yang kuat membantu pemerintah mengantisipasi gangguan distribusi dan menjaga ketersediaan komoditas pangan bagi masyarakat.
El Niño dan Karhutla Menuntut Langkah Antisipatif
Pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan memantau pergerakan harga di pasar. Pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi produksi pertanian, kelancaran distribusi, dan ketersediaan komoditas pangan.
Oleh sebab itu, ancaman El Niño dan karhutla memerlukan perhatian khusus. Gangguan terhadap kegiatan pertanian dapat memengaruhi pasokan pangan, terutama jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama.
Pemerintah daerah perlu memperkuat komunikasi dengan instansi terkait agar dapat mengidentifikasi potensi gangguan sejak dini. Selanjutnya, setiap daerah dapat menyusun langkah antisipatif sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Melalui HLM TPID Semester II Tahun 2026, pemerintah daerah diharapkan memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pangan, dan mempertahankan daya beli masyarakat.
FAQ
1. Apa itu HLM TPID Provinsi Jambi?
HLM TPID merupakan pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk memperkuat koordinasi dan membahas strategi menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan barang, terutama kebutuhan pangan.
2. Siapa yang mewakili Wali Kota Sungai Penuh?
Sekda Kota Sungai Penuh, Alpian, S.E., M.M., menghadiri kegiatan tersebut mewakili Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H.
3. Kapan dan di mana HLM TPID berlangsung?
Pemerintah Provinsi Jambi menggelar HLM TPID Semester II Tahun 2026 pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Swiss-Belhotel Jambi.
4. Mengapa El Niño dan karhutla menjadi perhatian pemerintah?
El Niño dan karhutla berpotensi mengganggu produksi pertanian, menurunkan hasil panen, mengurangi pasokan pangan, dan memicu kenaikan harga sejumlah komoditas.
5. Apa tujuan pengendalian inflasi bagi masyarakat?
Pengendalian inflasi bertujuan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, mempertahankan daya beli masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(Tim)









