Jalur Sungai Penuh–Tapan Masih Lumpuh, Pengendara Tertahan di Jangki Ayam dan Puncak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – longsor jalur Sungai Penuh–Tapan

 

Pengendara yang melintasi jalur Sungai Penuh, Provinsi Jambi–Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), masih menghadapi kendala pada Senin pagi, 12 Oktober 2026. Longsor di sejumlah titik menghambat perjalanan dan memicu penumpukan kendaraan di kawasan Jangki Ayam serta Puncak.

Kondisi ini membuat sejumlah warga harus menunggu sebelum melanjutkan perjalanan. Bahkan, seorang pengendara bernama Hendri masih bertahan bersama keluarganya di Jangki Ayam karena kondisi jalan belum memungkinkan kendaraan melintas dengan lancar.

Hendri mengatakan petugas telah membersihkan empat titik longsor di kawasan tersebut. Namun, pembersihan itu belum membuat arus lalu lintas kembali normal.

“Kami sekarang sudah di Jangki Ayam. Di sini sudah empat titik longsor dibersihkan,” ujar Hendri.

Empat Titik Longsor Sudah Dibersihkan

Pembersihan material longsor terus berlangsung di jalur Sungai Penuh–Tapan. Meski begitu, pengendara masih menghadapi hambatan untuk melanjutkan perjalanan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa petugas masih perlu menangani sejumlah kendala di lapangan sebelum arus kendaraan kembali lancar.

Akibatnya, warga yang hendak menuju Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, maupun wilayah Sumatera Barat harus menunggu perkembangan penanganan longsor.

Baca Juga :  Siapa Bakal Pimpin 5 OPD Sungai Penuh? Pelantikan Dijadwalkan Siang Ini

Sementara itu, pemerintah dari Provinsi Jambi dan Sumatera Barat mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material. Petugas bekerja siang dan malam agar akses jalan segera pulih.

Namun, pengendara tetap perlu mengutamakan keselamatan. Mereka sebaiknya mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi jalan belum aman.

Kendaraan Menumpuk di Jangki Ayam dan Puncak

Penumpukan kendaraan di kawasan Jangki Ayam dan Puncak memperlihatkan dampak longsor terhadap kelancaran perjalanan antar daerah.

Pengendara harus menyesuaikan rencana perjalanan sambil menunggu petugas menyelesaikan pekerjaan di titik-titik terdampak. Situasi ini juga menuntut kewaspadaan karena kondisi jalan dapat berubah selama proses pembersihan berlangsung.

Oleh karena itu, masyarakat yang hendak melintasi jalur tersebut perlu mencari informasi terbaru dari petugas atau pihak berwenang sebelum berangkat.

Langkah ini penting agar pengendara dapat mengantisipasi antrean dan menghindari risiko ketika melintasi kawasan longsor.

Jalur Sungai Penuh–Tapan Jadi Akses Penting Antar Daerah

Jalur Sungai Penuh–Tapan menghubungkan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Selain menunjang mobilitas masyarakat, jalur ini juga berperan dalam distribusi barang dan kegiatan ekonomi antar daerah. Karena itu, gangguan lalu lintas akibat longsor dapat menimbulkan dampak bagi warga yang bergantung pada akses tersebut.

Baca Juga :  Dua Alat Berat Pemkot Sungai Penuh Bantu Pulihkan Jalur Tapan, Kendaraan Mulai Lancar

FAQ

1. Mengapa jalur Sungai Penuh–Tapan masih mengalami kemacetan?

Longsor di sejumlah titik menghambat perjalanan. Petugas telah membersihkan empat titik di kawasan Jangki Ayam, tetapi arus lalu lintas belum kembali normal.

2. Di mana kendaraan menumpuk akibat longsor?

Penumpukan kendaraan terjadi di kawasan Jangki Ayam dan Puncak pada Senin pagi, 12 Oktober 2026.

3. Apa upaya pemerintah untuk menangani longsor?

Pemerintah Provinsi Jambi dan Sumatera Barat mengerahkan alat berat. Petugas bekerja siang dan malam untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan.

4. Mengapa jalur Sungai Penuh–Tapan penting bagi masyarakat?

Jalur ini menghubungkan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci dengan Kabupaten Pesisir Selatan. Selain mendukung perjalanan warga, jalur tersebut juga menunjang distribusi barang antardaerah.

5. Apa yang perlu dilakukan pengendara sebelum melintasi jalur tersebut?

Pengendara perlu memantau informasi terbaru dari petugas atau pihak berwenang. Mereka juga harus mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan selama proses penanganan longsor berlangsung.(Tim)

Berita Terkait

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Ini Fokus Akses Keuangan Sungai Penuh
Hari Santri 2026 di Sungai Penuh, Hardizal Soroti Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa
Hutri Randa Angkat Kedekatan Kerinci–Sungai Penuh, Festival Budaya Kerinci Jadi Momentum Kolaborasi
Asesmen JPT Sungai Penuh Berlanjut November, BKAD hingga Sekwan
8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, Bagaimana Nasib 1.513 Lainnya? BKPSDM Buka Suara
Desa Aur Duri Jalani Penilaian Anti Korupsi, Pemkot Sungai Penuh Bidik Perubahan Tata Kelola
Alfin Hadiri HUT ke-27 Tanjab Timur, Ini Harapan Besarnya untuk Kemajuan Daerah
Gelombang Kedua Rotasi Kepala Sekolah di Sungai Penuh, Kadisdik Ungkap Perkembangan Terbaru
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Ini Fokus Akses Keuangan Sungai Penuh

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Hari Santri 2026 di Sungai Penuh, Hardizal Soroti Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Hutri Randa Angkat Kedekatan Kerinci–Sungai Penuh, Festival Budaya Kerinci Jadi Momentum Kolaborasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:01 WIB

8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, Bagaimana Nasib 1.513 Lainnya? BKPSDM Buka Suara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Desa Aur Duri Jalani Penilaian Anti Korupsi, Pemkot Sungai Penuh Bidik Perubahan Tata Kelola

Berita Terbaru