PADANG – Target ekonomi Sumbar 2029
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah membawa agenda penguatan ekonomi daerah ke forum DPD RI di Batam. Ia menilai Sumbar memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi kawasan barat Indonesia.
Mahyeldi memaparkan empat prioritas pembangunan yang akan menjadi pijakan Sumbar menuju target ekonomi 2029. Pemerintah daerah fokus pada pemulihan, konektivitas, produktivitas, dan pemerataan agar pertumbuhan ekonomi berjalan lebih kuat sekaligus menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dalam Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I, Jumat (11/9/2026), Mahyeldi juga meminta dukungan pemerintah pusat dan DPD RI untuk mempercepat sejumlah proyek strategis. Menurutnya, sinergi tersebut penting agar Sumbar tidak hanya mengejar pemulihan pascabencana, tetapi juga membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Ekonomi Sumbar Mulai Menguat
Mahyeldi menyampaikan sejumlah indikator yang menunjukkan pergerakan positif ekonomi Sumbar. Pada Triwulan II 2026, ekonomi daerah tumbuh 4,54 persen secara tahunan.
Kinerja perdagangan luar negeri juga mencatat perkembangan positif. Nilai ekspor Sumbar sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai US$1,94 miliar. Angka tersebut meningkat 21,28 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, angka kemiskinan ikut menurun. Badan Pusat Statistik mencatat tingkat kemiskinan Sumbar pada Maret 2026 mencapai 5,27 persen, turun dari 5,31 persen pada September 2025.
Meski demikian, Mahyeldi melihat sejumlah tantangan masih membutuhkan perhatian serius. Pemulihan pascabencana menyerap sumber daya pemerintah, sementara daerah tetap harus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Sumbar juga menghadapi persoalan diversifikasi ekspor. Saat ini, komoditas minyak nabati masih menyumbang sekitar 85,78 persen dari total ekspor daerah.
“Karena itu, pembangunan ke depan harus kita arahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi sekaligus membuka sumber-sumber pertumbuhan baru,” ujar Mahyeldi.
Empat Prioritas Menuju 2029
Mahyeldi kemudian menjelaskan empat fokus utama yang akan menopang agenda pembangunan Sumbar.
Pertama, pemulihan. Pemerintah Sumbar akan memperkuat pemulihan infrastruktur layanan dasar sekaligus meningkatkan mitigasi bencana di 13 kabupaten/kota. Pemerintah daerah mengacu pada Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dalam menjalankan agenda tersebut.
Kedua, konektivitas. Sumbar mendorong percepatan penanganan jalur Sitinjau Lauik, penguatan koridor Riau–Sumbar–Jambi, preservasi jalan, serta kepastian tahapan pembangunan jalan tol.
Ketiga, produktivitas. Pemerintah daerah menyiapkan pengembangan kawasan Padang–Pariaman, Bungus, dan sejumlah sentra pangan. Program tersebut mencakup penguatan rantai dingin, penyediaan fasilitas utilitas, serta rehabilitasi jaringan irigasi.
Keempat, pemerataan. Pemerintah Sumbar juga menaruh perhatian pada pembangunan Trans-Mentawai, penguatan angkutan antarpulau, penyediaan air minum, dan penguatan RSUD.
Sumbar Ingin Jadi Gerbang Barat Indonesia
Empat prioritas tersebut memiliki sasaran yang lebih besar. Mahyeldi ingin Sumbar memperkuat posisi sebagai Gerbang Barat Indonesia.
Menurutnya, Sumbar memiliki potensi pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan pariwisata yang dapat terhubung dengan pasar nasional serta global.
Konektivitas melalui Samudra Hindia, Pelabuhan Teluk Bayur, dan Bandara Internasional Minangkabau menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Karena itu, pemerintah daerah ingin menghubungkan pusat produksi dengan jalur distribusi dan pasar secara lebih efektif.
“Target kita bukan hanya memulihkan kondisi yang ada, tetapi meningkatkan kapasitas ekonomi Sumatera Barat agar mampu tumbuh lebih tinggi dan memberikan kontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Target Ekonomi 2029
Sumbar memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,3 persen pada 2029. Pemerintah daerah juga menargetkan PDRB per kapita mencapai Rp90,2 juta.
Sementara itu, Sumbar menargetkan tingkat kemiskinan berada pada kisaran 2,40–3,40 persen.
Untuk mengejar target tersebut, Mahyeldi menilai pemerintah pusat dan daerah perlu menyatukan langkah sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.
Mahyeldi Minta Dukungan DPD RI
Dalam forum DPD RI itu, Mahyeldi menyampaikan tiga agenda yang menurutnya membutuhkan dukungan bersama.
Pertama, pemerintah perlu menetapkan satu daftar prioritas pembangunan agar program strategis memiliki arah yang jelas. Kedua, pemerintah perlu memastikan tahapan serta skema pembiayaan melalui APBN, APBD, KPBU, maupun investasi.
Ketiga, pemerintah pusat dan daerah perlu mengawal kesenjangan pendanaan serta kesiapan setiap proyek. Langkah tersebut, menurut Mahyeldi, dapat mempercepat realisasi program yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.
“Dengan sinergi pusat dan daerah yang lebih kuat, kita berharap berbagai program prioritas ini tidak hanya menjadi perencanaan, tetapi dapat segera diwujudkan dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
FAQ
Apa target pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2029?
Sumbar menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 7,3 persen pada 2029.
Apa saja empat prioritas pembangunan Sumbar?
Empat prioritas tersebut meliputi pemulihan, konektivitas, produktivitas, dan pemerataan pembangunan.
Mengapa Sumbar ingin memperkuat diversifikasi ekspor?
Pemerintah Sumbar ingin mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu karena sekitar 85,78 persen ekspor daerah masih berasal dari komoditas minyak nabati.
Apa maksud Sumbar sebagai Gerbang Barat Indonesia?
Konsep tersebut mengarah pada penguatan posisi Sumbar sebagai penghubung potensi pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan pariwisata dengan pasar nasional serta global melalui jalur laut dan udara.
Apa dukungan yang diminta Mahyeldi dari pemerintah pusat?
Mahyeldi mendorong penyatuan prioritas pembangunan, kepastian skema pembiayaan, serta pengawalan terhadap pendanaan dan kesiapan proyek strategis.(Tim)









