Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Kompetensi dan perlindungan guru Sumbar

 

Gubernur Sumatera Barat (SUMBAR) Mahyeldi Ansharullah meminta PGRI Sumbar memperkuat kemampuan guru sekaligus memperjuangkan rasa aman dalam menjalankan profesi. Menurutnya, guru membutuhkan kompetensi yang terus berkembang agar mampu menghadapi perubahan pendidikan dan teknologi.

Mahyeldi menyampaikan hal itu ketika menghadiri agenda PGRI Sumbar di Hotel Truntum Padang, Jumat (4/9/2026) malam. Kegiatan tersebut menggabungkan Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat masa bakti XXIII 2024-2029 dengan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I PGRI Sumbar 2026.

Pada momentum tersebut, Harneli Mahyeldi menerima amanah sebagai Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat. Mahyeldi menyematkan pin kepada Harneli dalam kegiatan yang mengangkat tema “Memperkuat Solidaritas dalam Mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju”.

Mahyeldi Tekankan Peningkatan Kompetensi Guru

Mahyeldi mengapresiasi langkah PGRI dalam menjalankan proses organisasi dan menetapkan kepengurusan masa bakti 2024-2029. Ia berharap jajaran pengurus mampu menjalankan program yang mendorong peningkatan kualitas guru secara berkelanjutan.

Selain itu, Mahyeldi meminta PGRI memperkuat ruang pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik. Dengan kompetensi yang semakin kuat, guru dapat menghadapi perubahan kebutuhan pembelajaran dan perkembangan zaman.

“Penguatan guru, peningkatan kompetensi guru, dan perlindungan kepada guru juga akan bisa berjalan lebih baik. Sehingga para guru kita akan lebih mantap dan lebih tenang dalam melaksanakan tugas,” ujar Mahyeldi.

PGRI Perlu Perkuat Perlindungan Profesi

Di sisi lain, Mahyeldi menilai peningkatan kompetensi saja belum cukup. Guru juga membutuhkan dukungan ketika menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas di lingkungan pendidikan.

Karena itu, ia mendorong PGRI terus memperjuangkan kepentingan guru. Perjuangan tersebut mencakup keamanan dalam menjalankan profesi serta pemenuhan hak tenaga pendidik.

“Kita berharap melalui PGRI ada upaya dalam rangka perlindungan dan memberikan dukungan terhadap profesi guru, baik dalam keamanan maupun pemenuhan hak-hak guru,” katanya.

Baca Juga :  Hujan Lebat Ancam Sumbar, Mahyeldi Keluarkan Imbauan Mendesak: Warga Diminta Segera Tinggalkan Zona Rawan

Menurut Mahyeldi, dukungan organisasi profesi dapat membuat guru lebih fokus mendidik peserta didik. Pada saat yang sama, pemerintah dan PGRI perlu membangun kerja sama agar berbagai persoalan guru dapat memperoleh perhatian secara tepat.

Mahyeldi: Masa Depan Bangsa Ada di Tangan Guru

Mahyeldi kemudian menegaskan posisi guru dalam pembangunan bangsa. Ia melihat guru memiliki peran langsung dalam membentuk kemampuan, karakter, dan masa depan generasi muda.

“Kalau kita berbicara masalah bangsa di masa depan, kata kuncinya ada di guru. Penguatan guru, pemberdayaan guru, dan perlindungan kepada guru,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahyeldi menilai profesi guru memiliki kedudukan istimewa. Ia mengaitkan kegiatan pendidikan dan pengajaran dengan perjalanan para nabi dan rasul.

Karena itu, ia menilai pengabdian guru memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan peserta didik.

“Guru betul-betul berefek bagi peserta didik, anak-anak bangsa Indonesia,” ujarnya.

Fadli Amran Dorong Sinergi Pendidikan

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadli Amran menyampaikan apresiasi terhadap PGRI Sumbar. Ia berharap organisasi tersebut terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pendidikan.

Fadli juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi generasi muda. Menurutnya, anak-anak muda perlu menguasai beragam kemampuan agar mampu beradaptasi dengan perubahan global.

Karena itu, pemerintah dan dunia pendidikan perlu menyiapkan generasi yang memiliki daya saing. Kemampuan beradaptasi juga menjadi modal penting ketika teknologi terus berkembang.

Pada kesempatan tersebut, Fadli turut menyampaikan peluang Kota Padang dalam ajang kota gastronomi dunia.

“Karena peringkat satu, tentu kita menginginkan nanti di Palembang, mohon bantuannya Bapak Gubernur, supaya Kota Padang dan tentunya Taste of Padang bisa menjadi rekognisi kota gastronomi dunia,” kata Fadli.

Baca Juga :  Aturan Pembelajaran Ramadan 2026 Resmi Terbit

PB PGRI Soroti Peran Guru di Era AI

Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. menegaskan bahwa pemerintah, organisasi guru, dan masyarakat perlu membangun pendidikan secara bersama-sama. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas dan perlindungan guru.

Menurut Unifah, perkembangan teknologi tidak boleh menggeser peran pendidikan. Ia menilai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membutuhkan sentuhan pendidikan agar teknologi tersebut dapat memberikan manfaat bagi manusia.

Unifah juga melihat Sumatera Barat menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang memberi perhatian terhadap guru dan pendidikan.

“Malam hari ini kita semua para guru dengan baju PGRI ini merasa dilindungi. Apa sih yang lebih indah daripada perlindungan?” ujarnya.

Konkerprov PGRI Sumbar Berlangsung hingga 6 September

PGRI Sumbar menggelar Konkerprov I PGRI Sumbar 2026 pada 4-6 September 2026. Forum tersebut menjadi ruang bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi sekaligus membahas agenda pengembangan profesi guru.

Selain itu, PGRI mendorong peningkatan mutu dan kompetensi tenaga pendidik melalui forum tersebut. Organisasi guru itu juga terus memperjuangkan hak dan perlindungan guru.

FAQ

Apa yang menjadi perhatian utama Mahyeldi dalam agenda PGRI Sumbar?

Mahyeldi menyoroti peningkatan kompetensi, pemberdayaan, serta perlindungan terhadap profesi guru.

Siapa yang menjadi Ibunda Guru PGRI Sumbar?

Harneli Mahyeldi mendapat amanah sebagai Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat masa bakti XXIII 2024-2029.

Apa tujuan Konkerprov I PGRI Sumbar 2026?

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat agenda peningkatan mutu dan kompetensi guru.

Kapan Konkerprov I PGRI Sumbar 2026 berlangsung?

PGRI Sumbar menggelar forum tersebut pada 4-6 September 2026.

Mengapa perlindungan guru penting?

Perlindungan membantu guru menjalankan tugas secara aman dan tenang sekaligus mendukung pemenuhan hak tenaga pendidik.((Tim)

Berita Terkait

Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan
Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Kelangkaan Solar di Sumbar, Mahyeldi Bawa Keluhan Warga ke Danantara: Pertamina Segera Dipanggil
Dari Cerita ke Rasa Ingin Tahu, Sri Kartini Alfin Ajak Anak PAUD Cintai Buku
Udara Muaro Jambi Bikin Cemas, Sekolah Pilih Daring 3 Hari untuk Lindungi Siswa
Bukan Sekadar Piala, Kafilah Sumbar Pulang ke BIM Bawa Rekor 3 Kali Juara Umum MTQ Korpri
USR ke-10 Unbrah Masuk Dharmasraya, Leli Arni Punya Target Besar untuk 52 Nagari
2,1 Ton Rendang Sumbar Meluncur ke NTT, Bekal Pangan untuk Warga di Tengah Bencana
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:34 WIB

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Kamis, 3 September 2026 - 13:34 WIB

Dari Cerita ke Rasa Ingin Tahu, Sri Kartini Alfin Ajak Anak PAUD Cintai Buku

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Udara Muaro Jambi Bikin Cemas, Sekolah Pilih Daring 3 Hari untuk Lindungi Siswa

Berita Terbaru