Kemarau Belum Usai, Mian Gerakkan Tim Jaga Api untuk Buru Titik Rawan Karhutla Bengkulu

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu memperketat pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau. Pemprov Bengkulu kini mendorong pembentukan Tim Jaga Api untuk memantau kawasan rawan dan menemukan tanda-tanda kebakaran sejak dini.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian meminta tim tersebut bekerja aktif di lapangan. Ia ingin petugas rutin menyisir kawasan yang memiliki potensi munculnya titik api, sekaligus menyiapkan langkah cepat ketika menemukan sumber ancaman kebakaran.

Langkah itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pencegahan, Mitigasi, dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (1/9/2026). Pemprov Bengkulu menggelar rapat tersebut bersama kepolisian, BMKG, Forkopimda, pemerintah daerah, dan sejumlah perusahaan.

Mian Minta Tim Jaga Api Aktif Patroli

Mian menilai kondisi Bengkulu memang belum menunjukkan tingkat karhutla seperti sejumlah daerah lain. Namun, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menganggap situasi tersebut sebagai alasan untuk mengurangi kewaspadaan.

Terlebih lagi, BMKG Bengkulu memperkirakan hujan baru kembali meningkat pada akhir Oktober. Dengan kondisi tersebut, pemerintah masih perlu menghadapi periode kemarau dan potensi kekeringan dalam beberapa pekan ke depan.

Karena itu, Mian meminta Tim Jaga Api memperkuat pemantauan di lapangan. Tim tersebut nantinya menyasar kawasan hutan, lahan perusahaan, persawahan, serta wilayah lain yang memiliki risiko kebakaran.

“Itu dibentuk Tim Jaga Api yang terus dilakukan patroli melalui sawah-sawah perusahaan, mobil tangki air. Ini jangan dianggap gampang, meski Bengkulu tidak termasuk sorotan dalam musibah kebakaran hutan dan lahan,” kata Mian.

Baca Juga :  Sirnas B 2026 Sukses di Bengkulu, Target Berikutnya Sirnas A 2027

Selain patroli, tim juga perlu memastikan kesiapan sarana pendukung. Mobil tangki air, peralatan pemadaman, serta koordinasi antar petugas menjadi bagian penting ketika petugas menemukan titik api.

Tiga Hal Jadi Kunci Pencegahan Karhutla

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan RI Prof. Dr. Haruni Krisnawati menekankan pentingnya kerja bersama dalam menghadapi ancaman karhutla.

Menurut Haruni, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat tiga aspek utama. Ketiganya mencakup koordinasi, kolaborasi, serta kepemimpinan yang kuat.

“Ada tiga hal yang harus dilakukan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan, yaitu koordinasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang kuat dalam mengendalikan kebakaran hutan yang mengedepankan pencegahan,” kata Haruni.

Dengan demikian, pemerintah tidak boleh hanya bergerak ketika api sudah meluas. Sebaliknya, setiap pihak perlu mengutamakan pencegahan melalui pemantauan rutin, pertukaran informasi, dan respons cepat.

BMKG Ingatkan Potensi El Niño

Di sisi lain, Kepala BMKG Bengkulu Luhur Tri Uji Prayitno mengingatkan pemerintah daerah mengenai potensi El Niño selama musim kemarau.

Luhur menjelaskan, BMKG pusat telah meminta seluruh satuan kerja di daerah meningkatkan koordinasi dengan BPBD dan instansi teknis terkait. BMKG Bengkulu pun langsung memperkuat komunikasi dengan sejumlah lembaga yang menangani persoalan lingkungan dan kebencanaan.

“Kami mendapat instruksi dari BMKG pusat dan kami sudah gencar turun, pertama kali ke BPBD, BPDAS, forum air, terkait adanya potensi El Niño di musim kemarau ini,” ujar Luhur.

Karena itu, BMKG Bengkulu terus memantau perkembangan cuaca dan menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah. Informasi tersebut dapat membantu petugas menentukan langkah pencegahan, terutama ketika kondisi cuaca semakin kering.

Baca Juga :  Kejar 41 Persen Kepesertaan Jamsostek, Pemprov Bengkulu Libatkan ASN Lindungi Pekerja Rumah Tangga

Pemprov Bengkulu Perkuat Kolaborasi

Rakor tersebut juga mempertemukan sejumlah pihak yang memiliki peran dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid turut mengikuti rapat tersebut. Kemudian, Prof. Dr. Haruni Krisnawati mengikuti pembahasan secara daring.

Selain itu, Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing, jajaran Forkopimda, serta sejumlah perwakilan perusahaan ikut membahas strategi menghadapi potensi karhutla.

FAQ

Apa tujuan pembentukan Tim Jaga Api di Bengkulu?

Pemprov Bengkulu mendorong pembentukan Tim Jaga Api untuk memperkuat patroli, mengawasi kawasan rawan, dan mendeteksi potensi titik api sejak dini.

Mengapa Bengkulu perlu meningkatkan kewaspadaan karhutla?

Bengkulu masih menghadapi musim kemarau dalam beberapa pekan ke depan. Karena itu, pemerintah perlu menjaga kesiapsiagaan meski angka karhutla belum menjadi sorotan utama secara nasional.

Kapan hujan diperkirakan kembali meningkat di Bengkulu?

Menurut informasi BMKG Bengkulu dalam rakor tersebut, musim penghujan diperkirakan mulai berlangsung pada akhir Oktober 2026.

Apa tiga kunci utama pengendalian karhutla?

Kementerian Kehutanan menekankan koordinasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang kuat dengan mengutamakan langkah pencegahan.

Apa peran BMKG dalam pencegahan karhutla?

BMKG memantau kondisi cuaca dan memperkuat koordinasi dengan BPBD serta instansi terkait. Informasi cuaca membantu pemerintah menentukan langkah kesiapsiagaan dan pencegahan.

Apa kaitan El Niño dengan risiko karhutla?

Potensi El Niño dapat memengaruhi kondisi kemarau. Karena itu, pemerintah dan instansi terkait perlu meningkatkan pemantauan ketika cuaca semakin kering.(Tim)

Berita Terkait

Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Program Bantu Rakyat Kini Didorong Sampai Desa dan Kelurahan
Lahan PT Bio Nusantara Disorot, Pemprov Bengkulu Tegaskan Hak Warga Tak Boleh Terpinggirkan
52 ASN Bengkulu Resmi Pegang Jabatan Fungsional, Sekda Beri Peringatan soal Etika di Media Sosial
Helmi Hasan Bawa Bengkulu Bersinar di detikSumatera Awards 2026, Konektivitas Antarwilayah Jadi Kunci
Bukan Sekadar Baris-Berbaris, Pramuka Bengkulu Siapkan Generasi Muda Jadi Penggerak Swasembada Pangan
Sampah Jadi Sorotan, Pemprov Bengkulu Gaspol Siapkan TPST Regional
Sirnas B 2026 Sukses di Bengkulu, Target Berikutnya Sirnas A 2027
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:19 WIB

Kemarau Belum Usai, Mian Gerakkan Tim Jaga Api untuk Buru Titik Rawan Karhutla Bengkulu

Selasa, 1 September 2026 - 11:24 WIB

Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Program Bantu Rakyat Kini Didorong Sampai Desa dan Kelurahan

Selasa, 1 September 2026 - 10:04 WIB

Lahan PT Bio Nusantara Disorot, Pemprov Bengkulu Tegaskan Hak Warga Tak Boleh Terpinggirkan

Selasa, 1 September 2026 - 09:30 WIB

52 ASN Bengkulu Resmi Pegang Jabatan Fungsional, Sekda Beri Peringatan soal Etika di Media Sosial

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Helmi Hasan Bawa Bengkulu Bersinar di detikSumatera Awards 2026, Konektivitas Antarwilayah Jadi Kunci

Berita Terbaru