MUARO JAMBI – Sekolah Muaro Jambi pembelajaran daring
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengambil langkah cepat menghadapi kondisi udara yang mengkhawatirkan. Pemkab meminta seluruh sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka dan mengalihkan pembelajaran ke sistem daring selama tiga hari.
Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin hingga Rabu, 31 Agustus–2 September 2026. Pemerintah memilih langkah ini untuk mengurangi paparan udara tercemar yang dapat mengganggu kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Karena itu, siswa mengikuti pembelajaran dari rumah selama kebijakan berlangsung. Pemkab juga meminta keluarga mengurangi aktivitas anak di luar rumah agar mereka tidak terlalu lama terpapar kondisi udara yang kurang sehat.
Pemkab Alihkan Pembelajaran ke Rumah
Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno menetapkan kebijakan tersebut melalui Surat Edaran Bupati Muaro Jambi Nomor 400.3.5/14/DISDIKBUD/2026. Bupati menetapkan surat itu di Sengeti pada 29 Agustus 2026.
Surat edaran tersebut mengatur kegiatan pembelajaran bagi seluruh jenjang pendidikan yang berada dalam koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi. Aturan itu mencakup PAUD/TK, SD, SMP, hingga satuan pendidikan lainnya.
Bupati Bambang Bayu Suseno menilai pemerintah perlu mengutamakan keselamatan warga sekolah di tengah kondisi udara yang belum aman.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita merupakan prioritas. Karena itu, untuk sementara pembelajaran kita laksanakan secara daring sampai kondisi udara dinilai lebih aman,” ujar Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS).
Pendidikan Tetap Berjalan
Meski sekolah mengalihkan kegiatan belajar ke rumah, proses pendidikan tetap berjalan. Guru tetap memberikan materi dan tugas melalui berbagai platform pembelajaran daring yang tersedia.
Dengan pola tersebut, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar tanpa harus datang ke sekolah. Pada saat yang sama, keluarga dapat membantu anak mengikuti jadwal dan menyelesaikan tugas dari rumah.
BBS menegaskan kebijakan ini hanya mengubah tempat dan metode belajar. Pemerintah tetap mendorong sekolah menjaga kualitas pembelajaran selama kondisi udara belum memungkinkan kegiatan tatap muka.
Guru Tetap Menjalankan Tugas
Sementara itu, tenaga pendidik dan kependidikan tetap menjalankan tugas dari sekolah. Guru dapat menggunakan platform digital untuk berkomunikasi dengan siswa, memberikan materi, serta memantau perkembangan pembelajaran.
Selain itu, Pemkab Muaro Jambi meminta para guru memakai masker sebagai langkah perlindungan selama menjalankan aktivitas di sekolah.
Kepala sekolah juga perlu memantau pelaksanaan pembelajaran daring. Mereka harus memastikan guru menjalankan kegiatan belajar sesuai jadwal dan tetap berkomunikasi dengan siswa serta orang tua.
Orang Tua Perlu Dampingi Anak
Selanjutnya, Pemkab meminta orang tua mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Pendampingan tersebut penting agar anak tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai arahan guru.
Orang tua juga perlu membatasi aktivitas anak di luar rumah. Jika anak mengalami keluhan kesehatan, keluarga harus segera memberikan perhatian dan melaporkan kondisi tersebut kepada pihak sekolah.
Dengan kerja sama antara sekolah dan keluarga, pemerintah berharap proses belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan kesehatan siswa.
Pemkab Pantau Perkembangan Udara
Pemkab Muaro Jambi terus memantau perkembangan kualitas udara. Pemerintah akan menggunakan kondisi terbaru sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan pendidikan berikutnya.
“Kita akan terus memantau perkembangan kualitas udara. Kebijakan ini bentuk kehati-hatian agar anak, guru, dan warga pendidikan tetap terlindungi,” kata BBS.
FAQ
1. Mengapa sekolah di Muaro Jambi beralih ke pembelajaran daring?
Pemkab Muaro Jambi mengambil langkah tersebut untuk mengurangi paparan udara tercemar terhadap siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
2. Berapa lama pembelajaran daring berlangsung?
Pembelajaran daring berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 31 Agustus–2 September 2026.
3. Sekolah mana saja yang mengikuti kebijakan ini?
Kebijakan mencakup PAUD/TK, SD, SMP, serta satuan pendidikan lain yang berada dalam koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi.
4. Apakah guru juga belajar dari rumah?
Tidak. Guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas dari sekolah dengan memanfaatkan platform pembelajaran daring.
5. Apa yang perlu dilakukan orang tua?
Orang tua perlu mendampingi anak selama belajar, membatasi aktivitas di luar rumah, serta memantau kondisi kesehatan anak.
6. Apakah Pemkab akan memperpanjang pembelajaran daring?
Pemkab akan melihat perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan pendidikan selanjutnya.(Tim)









