Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah mempercepat pengembangan sektor hulu migas dengan memulai pembangunan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari di Tanjung Balai Karimun. Melalui proyek senilai US$11,8 miliar itu, pemerintah ingin memperkuat ketahanan energi sekaligus mengejar target produksi minyak dan gas nasional pada 2030.

Selain memperkuat pasokan energi, proyek tersebut juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Pengembangan North Hub Development Project mengintegrasikan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Proyek ini juga membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Selanjutnya, pemerintah menargetkan produksi perdana pada kuartal IV 2028. Saat beroperasi nanti, North Hub akan menghasilkan 1.000 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan 80.000 barel kondensat per hari (BCPD).

North Hub Perkuat Target Produksi Migas Nasional

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan North Hub akan menjadi salah satu penggerak utama untuk mencapai target produksi migas nasional.

“Kita berharap proyek ini tidak hanya membantu, tetapi menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional di 2030 yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari,” kata Djoko dalam keterangan resminya, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga :  Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Pemerintah menargetkan produksi migas nasional mencapai 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030. Karena itu, pemerintah menempatkan North Hub sebagai salah satu proyek strategis untuk mengejar sasaran tersebut.

Investasi US$11,8 Miliar Dorong Industri Migas

North Hub Development Project mengusung nilai investasi sekitar US$11,8 miliar atau setara Rp211,54 triliun dengan asumsi kurs Rp17.927 per dolar AS.

Dari total investasi itu, pengembang mengalokasikan sekitar US$2,9 miliar untuk membangun FPSO Bahtera Haluan Lestari. Saat ini, tim proyek memasuki tahap konstruksi dengan melaksanakan first steel cut atau pemotongan baja pertama pada bagian topside di Tanjung Balai Karimun.

Berikutnya, kontraktor akan melanjutkan proses fabrikasi, perakitan, hingga instalasi fasilitas agar proyek dapat memasuki tahap produksi sesuai jadwal.

Proyek Strategis Nasional Buka Ribuan Lapangan Kerja

Djoko menilai besarnya investasi tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap sektor hulu migas Indonesia. Selain itu, proyek ini juga memperlihatkan kemampuan industri nasional dalam mengerjakan fasilitas migas berskala besar.

Baca Juga :  Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI

“North Hub Development Project Selat Makassar merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) hulu migas yang pengembangannya tidak hanya berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai di dalam negeri. Pengembangan proyek ini juga membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Melalui proyek tersebut, pemerintah memperkirakan lebih dari 8.000 tenaga kerja akan ikut menggerakkan aktivitas konstruksi hingga operasional. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya meningkatkan produksi migas, tetapi juga memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.

Eni Kejar Target Produksi Perdana pada 2028

Sementara itu, Direktur Eni North Ganal Ltd, Mirko Araldi, menegaskan komitmen perusahaan untuk mengejar target produksi perdana pada 2028.

Menurut Mirko, dimulainya pembangunan FPSO menjadi hasil kolaborasi pemerintah, SKK Migas, kontraktor, dan seluruh mitra proyek dalam memperkuat pasokan energi nasional.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan
Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama
Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:37 WIB

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Berita Terbaru