PGEO Masih Kantongi Dana IPO Rp2,84 Triliun, Pertamina Geothermal Siapkan Amunisi Besar untuk Ekspansi hingga 2030

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) masih memegang sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp2,84 triliun hingga 30 Juni 2026. Perseroan memilih menyimpan dana tersebut sambil menyiapkan sejumlah proyek strategis yang akan berjalan bertahap hingga akhir 2030.

Di sisi lain, PGEO tidak membiarkan dana itu mengendap tanpa manfaat. Perusahaan mengelolanya melalui instrumen perbankan berbunga agar tetap memberikan imbal hasil sembari menunggu jadwal pelaksanaan investasi.

Direktur Keuangan PGEO, Fransetya Hasudungan Hutabarat, menegaskan perusahaan menargetkan penggunaan seluruh sisa dana IPO paling lambat 31 Desember 2030.

“Total nilai sisa dana IPO yang masih tersimpan mencapai Rp2,842 triliun per 30 Juni 2026,” ujar Fransetya dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).

PGEO Pilih Deposito dan Giro Berbunga

Saat ini, PGEO menempatkan US$100 juta atau sekitar Rp1,79 triliun pada deposito berdenominasi dolar AS di Bank BJB. Deposito tersebut menawarkan bunga 4,65 persen dengan jangka waktu penempatan setiap triwulan.

Selain itu, perusahaan menyimpan US$48,61 juta atau sekitar Rp870,02 miliar pada giro special rate Bank BRI dengan bunga 4,15 persen.

Baca Juga :  INKINDO Bengkulu Gelar MUSPROV XI 2026, Peran Konsultan Kian Strategis

Tidak hanya itu, PGEO juga menempatkan Rp182,25 miliar pada giro special rate Bank BRI yang memberikan bunga 5 persen.

Dana IPO Mendukung Ekspansi Bisnis

Sebelumnya, PGEO berhasil menghimpun dana Rp9,06 triliun melalui IPO yang efektif pada 16 Februari 2023.

Setelah membayar biaya penawaran umum sebesar Rp283,11 miliar, perusahaan mengantongi dana bersih senilai Rp8,77 triliun.

Selanjutnya, manajemen mengarahkan Rp7,24 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan investasi. Sementara itu, perusahaan menggunakan Rp1,53 triliun untuk melunasi utang.

Realisasi Penggunaan Dana Terus Berjalan

Hingga akhir Juni 2026, PGEO telah memakai Rp5,93 triliun dari total dana IPO.

Secara rinci, perusahaan mengalokasikan Rp4,40 triliun untuk capex dan investasi. Kemudian, PGEO menghabiskan seluruh anggaran Rp1,53 triliun guna melunasi utang.

Karena itu, perusahaan masih memiliki dana sekitar Rp2,84 triliun yang siap mendukung kebutuhan proyek berikutnya.

“Target waktu penggunaan dana 31 Desember 2030,” kata Fransetya.

Fokus Jaga Fleksibilitas Pendanaan

Keberadaan sisa dana IPO memberi ruang bagi PGEO untuk menjaga fleksibilitas pendanaan proyek pengembangan energi panas bumi dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga :  Jakarta Melesat 5,59 Persen, BI Ungkap Musik dan Film Jadi Kunci Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, penempatan dana pada deposito dan giro berbunga membantu perusahaan memperoleh pendapatan bunga tanpa mengganggu rencana ekspansi.

Namun, hingga kini manajemen belum mengungkapkan daftar proyek yang akan menyerap sisa dana tersebut sebelum tenggat penggunaan pada akhir 2030.

FAQ

Berapa sisa dana IPO PGEO?

Per 30 Juni 2026, PGEO masih menyimpan sisa dana IPO sekitar Rp2,84 triliun.

Di mana PGEO menempatkan dana tersebut?

Perusahaan menaruh dana pada deposito dolar AS di Bank BJB serta giro special rate di Bank BRI agar tetap menghasilkan bunga.

Berapa dana IPO yang sudah digunakan?

Hingga akhir Juni 2026, PGEO telah menggunakan Rp5,93 triliun untuk belanja modal, investasi, dan pelunasan utang.

Kapan PGEO akan menghabiskan seluruh dana IPO?

PGEO menargetkan seluruh dana IPO habis digunakan paling lambat 31 Desember 2030.

Untuk apa dana IPO digunakan?

Perusahaan memanfaatkan dana IPO terutama untuk mendukung belanja modal, investasi proyek panas bumi, dan pelunasan utang.(Tim)

Berita Terkait

Bank Nagari dan Padang Eye Center Perkuat Kolaborasi Rp140 Miliar, Mahyeldi Dorong Sinergi Bangun Sumbar
Mulai September, Prabowo Ubah Jalur Bansos: Seluruh Bantuan Pemerintah Lewat Kopdes Merah Putih
Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam
KPBN Pasang ‘Benteng’ Antisuap, Vendor dan Mitra Bisnis Kini Diajak Terapkan Standar ISO 37001
Update Harga Pangan Hari Ini 18 Juli 2026: Cabai Rawit Hijau Melonjak, Ayam dan Telur Ikut Naik
Promo Shopee 17 Juli 2026: Mie Gacoan dan Kopi Dari Pada Cuma Rp1, Voucher Resto Terus Diisi Ulang
Rp3 Miliar Mengalir ke Setiap Kopdes Merah Putih, Ini Rincian Fasilitas yang Disiapkan Pemerintah
Wagub Sumbar Bongkar Kunci Kebangkitan Koperasi, Minta Tinggalkan Cara Lama dan Masuk Era Digital
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:00 WIB

PGEO Masih Kantongi Dana IPO Rp2,84 Triliun, Pertamina Geothermal Siapkan Amunisi Besar untuk Ekspansi hingga 2030

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

Bank Nagari dan Padang Eye Center Perkuat Kolaborasi Rp140 Miliar, Mahyeldi Dorong Sinergi Bangun Sumbar

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:00 WIB

Mulai September, Prabowo Ubah Jalur Bansos: Seluruh Bantuan Pemerintah Lewat Kopdes Merah Putih

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:00 WIB

Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:00 WIB

KPBN Pasang ‘Benteng’ Antisuap, Vendor dan Mitra Bisnis Kini Diajak Terapkan Standar ISO 37001

Berita Terbaru