PLN Teken Kontrak Raksasa 511 MVA untuk Data Center DayOne di Batam

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

BATAM – PT PLN (Persero) melalui PLN Batam menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) terbesar untuk sektor data center di Indonesia. Kesepakatan ini memasok daya listrik hingga 511 MVA kepada PT Digitalland Service One (DayOne) di Kawasan Industri Kabil, Batam.

Kontrak ini menegaskan ambisi Batam memperkuat posisi sebagai hub digital Asia Tenggara. PLN menilai kebutuhan listrik sektor data center terus meningkat seiring lonjakan layanan cloud, komputasi awan, dan ekonomi digital.

Batam Kejar Status Pusat Digital Regional

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem investasi digital. Ia menyoroti tiga faktor utama: ketersediaan lahan, kepastian hukum, dan keandalan energi.

Amsakar menegaskan Batam kini bergerak agresif membangun infrastruktur pendukung industri digital. Ia juga menyebut integrasi kawasan industri Kabil dan Nongsa memperkuat daya saing Batam di kawasan regional.

“Batam harus siap menjadi pusat data dunia. Kami dorong percepatan layanan perizinan dan penguatan infrastruktur energi,” ujarnya di Batam.

Baca Juga :  Utang Pinjol Tembus Rp100 Triliun, OJK Ungkap Risiko Kredit Macet

DayOne Perluas Kapasitas di Indonesia

CEO DayOne, Jamie Khoo, menyatakan perusahaan memperluas investasi di Batam sebagai bagian dari strategi ekspansi regional Asia. Ia menilai Batam memiliki posisi strategis dalam jaringan digital Asia Tenggara, terutama dalam skema SIJORI (Singapura–Johor–Riau).

Jamie menjelaskan perusahaan membangun kapasitas baru untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan komputasi tinggi dan layanan cloud global.

“Kami memperluas Batam secara berkelanjutan. Pengembangan dari Nongsa hingga Kabil memperkuat posisi Batam dalam ekosistem digital Asia,” kata Jamie.

Ia juga menegaskan perusahaan ingin membangun platform infrastruktur digital lintas negara yang terintegrasi dan efisien.

PLN Pastikan Pasokan Listrik Siap untuk Industri Besar

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan PLN siap menyediakan listrik andal untuk mendukung pertumbuhan industri digital. Ia menilai listrik memegang peran utama dalam mendorong ekonomi nasional.

Darmawan menekankan PLN tidak hanya memasok energi, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi ekonomi daerah.

Baca Juga :  Listrik Surplus, Tapi Kerinci–Sungai Penuh Tetap Padam, Ini Fakta Sebenarnya yang Bikin Warga Bingung

“Listrik mendorong industri bergerak. Kami hadirkan sistem kelistrikan andal agar investasi tumbuh dan lapangan kerja terbuka,” ujar Darmawan.

PLN Batam Siap Layani Konsumsi Besar

Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo memastikan sistem kelistrikan Batam mampu memenuhi kebutuhan pelanggan skala besar seperti DayOne. Ia menyebut pasokan listrik cukup, sistem stabil, dan layanan terus meningkat.

Kwin menegaskan PLN Batam menjaga kualitas layanan agar industri tidak mengalami gangguan operasional.

“Kami pastikan keandalan pasokan listrik untuk industri tetap terjaga. Kami ingin investasi di Batam tumbuh tanpa hambatan energi,” kata Kwin.

Dorong Ekonomi Digital Nasional

Kesepakatan PLN dan DayOne menambah daftar investasi besar di sektor data center Indonesia. Pemerintah dan BUMN energi terus mendorong pertumbuhan infrastruktur digital untuk memperkuat posisi Indonesia di ekonomi digital global.

PLN menargetkan proyek seperti ini mempercepat transformasi energi sekaligus mendukung target net zero emission melalui sistem kelistrikan yang lebih modern dan efisien.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Saat Dunia Menutup Keran Ekspor, Zulhas Pastikan Stok Pangan RI Surplus dan Siap Hadapi Krisis Global
Smelter Baru AMMAN Siap Olah 900 Ribu Ton Konsentrat Jadi Produk Bernilai Tinggi
PGEO Masih Kantongi Dana IPO Rp2,84 Triliun, Pertamina Geothermal Siapkan Amunisi Besar untuk Ekspansi hingga 2030
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:00 WIB

PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia

Berita Terbaru