Mahyeldi Gandeng Apindo, UMKM Sumbar Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mendorong Apindo Sumbar membantu UMKM naik kelas. Ia menyampaikan ajakan itu saat membuka Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP Apindo Sumbar di Padang, Kamis (23/4/2026). Mahyeldi meminta dunia usaha memperkuat akses pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas distribusi. Ia menegaskan pemerintah daerah siap memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha.

UMKM Jadi Penopang Ekonomi Sumbar

Mahyeldi menyebut UMKM menjadi penopang utama ekonomi Sumbar. Ia mencatat jumlah UMKM naik dari sekitar 600 ribu menjadi lebih dari 740 ribu unit dalam tiga tahun. Sekitar 99 persen masuk kategori usaha mikro. Ia juga menyebut lebih dari 5.800 koperasi aktif menggerakkan ekonomi daerah. Ia meminta pertumbuhan itu diikuti peningkatan kualitas agar UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri

Mahyeldi meminta Apindo membantu UMKM masuk ke rantai pasok industri. Ia mendorong pendampingan mulai dari standarisasi produk, peningkatan kapasitas produksi, hingga perluasan pasar. Ia mencontohkan pelaku usaha yang sudah berhasil membawa produk UMKM Sumbar menembus pasar Malaysia. Ia menilai pola seperti itu perlu diperluas agar dampaknya semakin besar bagi ekonomi daerah.

Baca Juga :  Mahyeldi Ajak Aktivis Bedah Masalah Sumbar dari Akar, BBM hingga PETI Jadi Sorotan Utama

Soroti Hilirisasi Kakao dan Gambir

Ia juga menyoroti komoditas unggulan seperti kakao dan gambir. Ia menyebut Sumbar memasok bahan baku penting bagi pasar dunia, namun masih banyak yang keluar dalam bentuk mentah. Kondisi itu membuat nilai tambah belum maksimal di daerah. Ia mendorong percepatan hilirisasi agar pengolahan berlangsung di Sumbar dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.

Kerja Sama UMKM Merdeka

Pemprov Sumbar turut menyaksikan penandatanganan kerja sama program Apindo UMKM Merdeka. Kerja sama ini melibatkan DPP Apindo Sumbar, Universitas Andalas, dan Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar. Program tersebut fokus pada penguatan kapasitas UMKM, peningkatan SDM, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar. Mahyeldi berharap program ini berjalan konkret dan memberi dampak langsung.

Baca Juga :  BNGA Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, 60% Laba Dibagikan ke Investor

Apindo Siap Perkuat Sinergi

Ketua DPN Apindo Widjaja Kamdani menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah. Ia menyoroti tiga fokus utama, yakni penurunan pengangguran, transformasi tenaga kerja informal ke formal, serta peningkatan investasi pencipta lapangan kerja.

Tema Bangkit Bersama

Ketua DPP Apindo Sumbar Rina Pangeran menyebut Rakerkonprov mengusung tema “Bangkit Bersama Membangun Ekonomi Sumatera Barat yang Tangguh dan Berkelanjutan.” Ia menilai tema itu relevan dengan kondisi daerah terdampak bencana namun memiliki potensi ekonomi. Acara dihadiri Forkopimda, OPD, dan pemangku kepentingan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Saat Dunia Menutup Keran Ekspor, Zulhas Pastikan Stok Pangan RI Surplus dan Siap Hadapi Krisis Global
Smelter Baru AMMAN Siap Olah 900 Ribu Ton Konsentrat Jadi Produk Bernilai Tinggi
PGEO Masih Kantongi Dana IPO Rp2,84 Triliun, Pertamina Geothermal Siapkan Amunisi Besar untuk Ekspansi hingga 2030
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:00 WIB

PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia

Berita Terbaru