JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.585,69, turun 124,85 poin (1,62%) dibanding penutupan sebelumnya, Jumat (6/3/2026). Akibatnya, pasar saham Indonesia mengalami tekanan lanjutan setelah beberapa hari volatilitas tinggi.
IHSG bergerak di kisaran 7.500 hingga 7.700 sepanjang perdagangan, dengan titik tertinggi 7.700,32 dan terendah 7.500,08. Selain itu, investor menilai pergerakan ini sebagai respons terhadap sentimen global dan data ekonomi domestik terbaru.
Beberapa saham unggulan menunjukkan perubahan signifikan. Misalnya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 2,13% ke level Rp3.670 per lembar saham, sementara itu Aneka Tambang (ANTM) menguat 2,18% menjadi Rp4.040.
Di pasar global, indeks utama seperti Nikkei 225 naik 0,62%, Hang Seng Index (HSI) menguat 1,72%, dan S&P 500 bertambah 1,33%. Dengan demikian, investor melihat sentimen positif di beberapa bursa utama meski IHSG terkoreksi.
Analis menyarankan investor melakukan strategi beli bertahap (buy on dip), terlebih lagi pada saham-saham unggulan dengan fundamental kuat.
Faktor yang memengaruhi IHSG meliputi sentimen global, harga komoditas, pergerakan kurs rupiah, dan laporan kinerja emiten triwulan pertama 2026. Oleh karena itu, investor disarankan memantau berita ekonomi dan kebijakan pemerintah secara rutin untuk mengantisipasi fluktuasi IHSG di hari-hari mendatang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









