Belawan Punya Pesaing? Sumbar Siapkan Teluk Tapang Jadi Pusat Logistik Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 13:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Sumatera Barat menyiapkan Pelabuhan Teluk Tapang sebagai penggerak ekonomi baru di kawasan pantai barat Sumatera. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menargetkan pelabuhan di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, tersebut mulai beroperasi pada 2028.

Target itu membuka peluang besar bagi Sumbar untuk memperkuat perdagangan antardaerah. Selain mempercepat arus logistik, kehadiran Teluk Tapang juga berpeluang menarik investasi dan mendorong industri pengolahan komoditas unggulan, terutama kelapa sawit.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah optimistis pelabuhan tersebut mampu menggerakkan perekonomian daerah. Ia menyebut pemerintah terus melanjutkan pembangunan infrastruktur secara bertahap. Salah satu tahap yang telah rampung ialah pembangunan fasilitas sisi darat atau bidang jalan penampungan dengan anggaran Rp83,75 miliar.

“Alhamdulillah, tahap demi tahap pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang terus diselesaikan. Hari ini kita meninjau pembangunan sisi darat yang telah selesai dilaksanakan dengan nilai Rp83,75 miliar,” kata Mahyeldi saat meninjau kawasan pelabuhan, Kamis (5/11/2026).

Pemprov Sumbar Pacu Pembangunan Infrastruktur pada 2027

Setelah merampungkan fasilitas sisi darat, Pemprov Sumbar menyiapkan pembangunan infrastruktur pendukung pada 2027. Pemerintah akan mengalokasikan dukungan APBN untuk membangun perkantoran pelabuhan dan berbagai fasilitas operasional lainnya.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan jalan akses sepanjang tujuh kilometer. Jalan tersebut akan menghubungkan kawasan pelabuhan dengan jaringan transportasi darat sehingga perusahaan dan masyarakat dapat menjangkau area pelabuhan dengan lebih mudah.

Mahyeldi berharap seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal. Dengan demikian, Teluk Tapang dapat mulai melayani aktivitas kepelabuhanan pada 2028.

“Mudah-mudahan tahun depan pembangunan jalan sepanjang tujuh kilometer, perkantoran, dan fasilitas lainnya juga bisa dilaksanakan, sehingga pada 2028 pelabuhan ini sudah bisa beroperasi,” harap Mahyeldi.

Teluk Tapang Buka Peluang Efisiensi Logistik Sawit

Dari sisi ekonomi, Teluk Tapang memiliki potensi besar untuk memperkuat perdagangan komoditas perkebunan. Pasaman Barat sendiri menjadi salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Sumatera Barat.

Selama ini, sejumlah pelaku usaha memanfaatkan pelabuhan di luar Sumbar, termasuk Pelabuhan Belawan di Medan, untuk mendukung distribusi komoditas. Akibatnya, aktivitas pengiriman hasil perkebunan masih bergantung pada jalur logistik dari luar provinsi.

Baca Juga :  PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Karena itu, kehadiran Teluk Tapang dapat membuka alternatif jalur pengiriman yang lebih dekat. Pelabuhan ini juga berpeluang membantu perusahaan perkebunan menekan biaya distribusi dan mempercepat pengiriman CPO maupun produk turunannya.

Lebih jauh, keberadaan pelabuhan akan memperkuat rantai pasok industri perkebunan. Sumbar pun memiliki peluang lebih besar untuk mengolah komoditas sawit menjadi produk bernilai tambah sebelum memasarkannya ke berbagai wilayah.

Industri Biodiesel Jadi Salah Satu Bidikan Investasi

Mahyeldi menilai posisi geografis Teluk Tapang memberikan keuntungan strategis bagi Sumatera Barat. Kawasan tersebut dapat menghubungkan aktivitas perdagangan, logistik, dan industri di sepanjang pantai barat Sumatera.

Oleh sebab itu, Pemprov Sumbar ingin mengembangkan Teluk Tapang sebagai pintu masuk investasi sekaligus pusat industri hilirisasi. Salah satu sektor yang menjadi perhatian pemerintah ialah industri biodiesel berbahan baku crude palm oil (CPO).

“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” ujarnya.

Selain industri biodiesel, pemerintah juga mendorong pertumbuhan kawasan industri hijau di sekitar pelabuhan. Pengembangan tersebut berpeluang menarik investor, memperluas kegiatan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Dengan demikian, masyarakat Pasaman Barat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari pertumbuhan industri dan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Perluas Jaringan Logistik hingga Mandailing Natal

Potensi Teluk Tapang tidak hanya menjangkau wilayah Sumatera Barat. Pelabuhan ini juga berpeluang memperkuat konektivitas perdagangan dengan daerah lain di pantai barat Sumatera, termasuk Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Melalui konektivitas tersebut, pelaku usaha dapat mengembangkan jalur distribusi antardaerah secara lebih efisien. Selain itu, kawasan sekitar pelabuhan berpeluang tumbuh sebagai pusat perdagangan dan kegiatan industri baru.

Baca Juga :  Padang Bidik Industri Penerbangan Global, Siapkan Beasiswa dan SDM Aviasi Unggul

Namun, pemerintah perlu memastikan kesiapan infrastruktur darat, fasilitas kepelabuhanan, dan dukungan investasi agar potensi tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi.

KSOP Dukung Target Operasional 2028

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Gamal Sembiring, menyatakan dukungannya terhadap target operasional Teluk Tapang pada 2028.

Gamal menjelaskan bahwa pemerintah merencanakan pembangunan gedung perkantoran pelabuhan pada 2027 melalui dukungan APBN. Ia berharap pembangunan tersebut berjalan sesuai rencana sehingga pengelola dapat mempersiapkan kebutuhan operasional pelabuhan.

“Sesuai harapan Bapak Gubernur, mudah-mudahan pada 2028 pelabuhan ini sudah bisa beroperasi. Jika memungkinkan, ke depan fasilitas transportasi seperti kapal penumpang juga dapat disediakan,” ungkap Gamal.

Selain melayani angkutan barang, Gamal juga membuka peluang pengembangan transportasi penumpang melalui penyediaan kapal penumpang pada masa mendatang.

FAQ

1. Di mana lokasi Pelabuhan Teluk Tapang?

Pelabuhan Teluk Tapang berada di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

2. Kapan Pelabuhan Teluk Tapang mulai beroperasi?

Pemprov Sumbar menargetkan pelabuhan tersebut mulai beroperasi pada 2028.

3. Apa saja pembangunan yang pemerintah rencanakan pada 2027?

Pemerintah merencanakan pembangunan perkantoran, fasilitas pendukung pelabuhan, serta jalan akses sepanjang tujuh kilometer dengan dukungan APBN.

4. Berapa anggaran pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang?

Pembangunan fasilitas sisi darat atau bidang jalan penampungan menghabiskan anggaran Rp83,75 miliar.

5. Apa manfaat Pelabuhan Teluk Tapang bagi perekonomian Sumbar?

Pelabuhan ini berpotensi memperlancar distribusi hasil perkebunan, memperkuat perdagangan antardaerah, menarik investasi, mengembangkan industri hilirisasi, dan membuka lapangan kerja.

6. Industri apa yang berpotensi berkembang di kawasan Teluk Tapang?

Salah satu sektor potensial ialah industri biodiesel berbahan baku CPO. Selain itu, kawasan tersebut juga berpeluang mengembangkan industri hijau dan pusat logistik.

7. Apakah Pelabuhan Teluk Tapang akan melayani penumpang?

Kepala KSOP Kelas II Teluk Bayur, Gamal Sembiring, berharap pengelola dapat menghadirkan fasilitas transportasi kapal penumpang pada masa mendatang.(Tim)

Berita Terkait

Peremajaan Sawit Rakyat Dharmasraya Buka Harapan Baru, Petani Berpeluang Akses Dana Rp103,43 Miliar
Potensi Nagari Sumbar Jadi Sorotan, Pemprov Gandeng Deryansha Azhary Dongkrak UMKM
CPO Bengkulu Tercatat di Sumbar, Pemprov Siapkan Aturan Baru Mulai Desember
648 Ribu Keluarga di Sumbar Kebagian 19.469 Ton Beras, Bantuan Diperpanjang hingga Desember
PCMM Cabang Indonesia Dikukuhkan, Gubernur Mahyeldi Ajak Diaspora Minang Bangun Sumbar
Dana Perantau Minang Capai Rp20 Triliun, Wamendagri Bima Arya Ungkap Peluang Besar untuk Ekonomi Sumbar
260 UMKM Solok Selatan Dapat Suntikan Peralatan, Khairunas Bidik Penguatan Ekonomi Rakyat
Nagari Creative Hub Sungai Duo Dibuka, UMKM Dharmasraya Bidik Pasar Nasional
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:11 WIB

Peremajaan Sawit Rakyat Dharmasraya Buka Harapan Baru, Petani Berpeluang Akses Dana Rp103,43 Miliar

Jumat, 6 November 2026 - 13:24 WIB

Belawan Punya Pesaing? Sumbar Siapkan Teluk Tapang Jadi Pusat Logistik Baru

Jumat, 6 November 2026 - 09:47 WIB

Potensi Nagari Sumbar Jadi Sorotan, Pemprov Gandeng Deryansha Azhary Dongkrak UMKM

Kamis, 5 November 2026 - 11:33 WIB

CPO Bengkulu Tercatat di Sumbar, Pemprov Siapkan Aturan Baru Mulai Desember

Rabu, 4 November 2026 - 10:29 WIB

648 Ribu Keluarga di Sumbar Kebagian 19.469 Ton Beras, Bantuan Diperpanjang hingga Desember

Berita Terbaru