Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – Bantuan benih jagung Dharmasraya

 

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mulai mendorong petani lokal mengambil peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkahnya melalui penguatan produksi jagung yang menjadi bahan baku penting untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.

Upaya tersebut mendapat dukungan Kementerian Pertanian melalui bantuan 1,23 ton benih jagung hibrida Pioneer 27 dan tiga unit Traktor Roda Empat (TR4). Bantuan ini menyasar puluhan kelompok tani dengan cakupan lahan mencapai 820 hektare.

Baca Juga :  Bupati Annisa Pulang dari Kementan Bawa 'Paket Lengkap' untuk Petani Dharmasraya, Bantuan Alsintan hingga Gudang Bulog Mengalir

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada petani di Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Jumat (30/10/2026). Anggota DPRD Dharmasraya dari Fraksi Gerindra, Rosandi Sanjaya Putra, Teddy Waldian, dan M. Yasin turut menyaksikan kegiatan itu.

Annisa Perjuangkan Bantuan Sejak November 2025

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada petani di Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Jumat (30/10/2026). Anggota DPRD Dharmasraya dari Fraksi Gerindra, Rosandi Sanjaya Putra, Teddy Waldian, dan M. Yasin turut menyaksikan kegiatan itu.

Bantuan pertanian tersebut merupakan hasil perjuangan Bupati Annisa yang mengajukan usulan kepada Kementerian Pertanian pada November 2025. Dalam prosesnya, Vasko Ruseimy ikut mengawal pengajuan hingga pemerintah merealisasikan bantuan pada Oktober 2026.

Vasko mengatakan, dukungan pemerintah pusat mencerminkan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan petani melalui berbagai kebijakan sektor pertanian.

“Ini bukti bahwa Presiden Prabowo sangat cinta kepada petani. Banyak kebijakan beliau yang berpihak kepada petani. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas bantuan ini, mudah-mudahan ke depan ditambah lagi,” ungkap Vasko.

Selain menyampaikan apresiasi, Vasko mengingatkan kelompok tani agar memanfaatkan seluruh bantuan secara maksimal. Menurutnya, bantuan tersebut harus mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani.

Ia juga meminta para penyuluh pertanian mendampingi petani secara konsisten. Pendampingan harus mencakup pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman hingga masa panen.

Dengan demikian, petani tidak hanya menerima bantuan sarana produksi, tetapi juga memperoleh pendampingan agar program pemerintah benar-benar memberikan hasil.

Tiga Kelompok Tani Terima Traktor Roda Empat

Dari tiga unit traktor roda empat, pemerintah mengalokasikan masing-masing satu unit kepada tiga kelompok tani.

Tiga Kelompok Tani Terima Traktor Roda Empat

Dari tiga unit traktor roda empat, pemerintah mengalokasikan masing-masing satu unit kepada tiga kelompok tani.

Ketiga penerima bantuan tersebut meliputi:

1. Kelompok Tani Rawang Puri, diketuai Rusdi.

2. Kelompok Tani Fastabikul Khairat, diketuai Alzar Syah Putra.

3. Kelompok Tani Sawah Lopo, diketuai Firdaus.

Ketua Kelompok Tani Rawang Puri, Rusdi, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah tersebut. Ia berharap traktor roda empat dapat mempercepat pengolahan lahan dan membantu kelompoknya meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian.

Sementara itu, bantuan benih jagung hibrida Pioneer 27 menjangkau 42 kelompok tani dengan total 1.515 anggota.

Pemerintah mengalokasikan 12.300 kilogram benih untuk lahan seluas 820 hektare. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong petani meningkatkan produksi jagung di Dharmasraya.

Annisa Bidik Perputaran Rp1 Miliar per Hari dari MBG

Bupati Annisa Suci Ramadhani menilai bantuan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan.

Ia mengajak petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha lokal menangkap peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Annisa, program MBG membutuhkan pasokan berbagai bahan pangan, mulai dari telur, ikan, ayam hingga daging. Karena itu, masyarakat Dharmasraya harus mengambil peran sebagai pemasok agar kebutuhan tersebut tidak terus bergantung pada daerah lain.

Salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian ialah jagung. Selama ini, kebutuhan jagung untuk pakan ternak masih banyak berasal dari luar daerah.

Padahal, ketersediaan jagung lokal sangat penting untuk mendukung perkembangan usaha peternakan ayam. Sektor ini juga memiliki hubungan langsung dengan rantai pasok kebutuhan pangan program MBG.

Baca Juga :  Sawah Dharmasraya Dibidik Tembus 13 Ton per Hektare, Gertam PM-AAS Mulai Digeber

Annisa memperkirakan perputaran anggaran MBG di Dharmasraya mencapai Rp1 miliar setiap hari. Ia ingin nilai ekonomi tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan menggerakkan usaha lokal.

“Anggaran MBG yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar per hari ini harus bisa berputar di Dharmasraya. Kita harus mempersiapkan petani dan peternak agar mampu menjadi pemasok kebutuhan program tersebut,” tegasnya.

Produksi Jagung Ditargetkan Capai 5.700 Ton

Untuk mendukung target tersebut, Annisa menyebut lahan seluas 820 hektare yang menerima bantuan benih berpotensi menghasilkan sekitar 5.700 ton jagung saat panen.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga menyiapkan skema penyerapan hasil panen dengan harga minimal Rp8.000 per kilogram.

Skema ini bertujuan memberikan kepastian pasar sekaligus menjaga semangat petani dalam mengembangkan komoditas jagung.

Dengan adanya dukungan benih, alat pertanian, pendampingan penyuluh, serta rencana penyerapan hasil panen, pemerintah berharap petani semakin percaya diri meningkatkan luas tanam dan produktivitas.

Selain memperkuat ketahanan pangan, peningkatan produksi jagung juga berpotensi menggerakkan usaha peternakan dan membuka peluang bagi masyarakat untuk masuk dalam rantai pasok MBG.

Bupati Dharmasraya Annisa juga berharap sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan pemerintah daerah mampu membangun ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara sektor pertanian, peternakan, dan kebutuhan pangan masyarakat.(Tim)

 

 

Berita Terkait

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya
Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat
Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat
Bupati Annisa Perluas Bantuan Gizi Ibu, 1.469 Warga Dharmasraya Masuk Program
Hadapi Kabut Asap dan Kekeringan, Bupati Annisa Ajak Warga Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa
Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Empat Dekade Menanti, Jalan Tarantang Dharmasraya Akhirnya Beraspal di Era Bupati Annisa
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Bupati Annisa Perluas Bantuan Gizi Ibu, 1.469 Warga Dharmasraya Masuk Program

Berita Terbaru