SUNGAI PENUH – Kepala SDN 064 Koto Tuo mundur
Aksi protes wali murid SD Negeri 064/XI Koto Tuo, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, akhirnya mendorong perubahan kepemimpinan sekolah. Kepala sekolah Sulaiman resmi mengundurkan diri setelah para wali murid menyampaikan tuntutan melalui aksi penyegelan pagar sekolah pada Rabu (28/10/2026).
Kini, Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh menyiapkan Pelaksana Tugas (Plt.) kepala sekolah untuk menjaga kelancaran pengelolaan pendidikan. Langkah tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang menginginkan perbaikan mutu sekolah.
Sebelumnya, para wali murid mengeluhkan minimnya perkembangan sekolah selama sekitar dua tahun terakhir. Mereka bahkan meminta anak-anak mereka tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar sebagai bentuk protes. Namun, setelah Dinas Pendidikan menggelar mediasi bersama para pihak, Sulaiman menyatakan kesediaannya untuk mundur dan kemudian resmi melepaskan jabatannya.
Mediasi Buka Jalan Perubahan Kepemimpinan
Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh bergerak menanggapi aksi para wali murid dengan menggelar mediasi. Pertemuan tersebut melibatkan wali murid, pihak sekolah, Kepala Desa Koto Tuo, serta Kapolsek Sitinjau Laut.
Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Deri Nopalion, S.Pd., memimpin proses mediasi untuk menampung aspirasi masyarakat dan mencari solusi atas persoalan di SDN 064/XI Koto Tuo.
Setelah pertemuan itu, Dinas Pendidikan memanggil Sulaiman untuk membahas tindak lanjut tuntutan wali murid. Dalam pembahasan tersebut, Sulaiman menyatakan kesediaannya untuk mengundurkan diri. Ia kemudian resmi mengundurkan diri dari jabatan kepala sekolah.
Selanjutnya, Dinas Pendidikan memproses penunjukan Plt. kepala sekolah sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Pemerintah berharap langkah ini menjaga kelancaran administrasi sekaligus mendukung kegiatan belajar mengajar.
Wali Murid Tuntut Perbaikan Pengelolaan Sekolah
Sebelum Sulaiman mengundurkan diri, para wali murid menyampaikan tuntutan melalui aksi penyegelan pagar sekolah. Mereka juga memasang spanduk yang berisi desakan agar kepala sekolah segera berganti.
Spanduk tersebut bertuliskan, “Pindahkan Sulaiman dari SD 064/XI. Kami masyarakat menyegel sekolah ini.”
Salah seorang wali murid, Herlina Sibulian, menegaskan bahwa para orang tua menginginkan perubahan nyata dalam pengelolaan sekolah. Karena itu, ia meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Wali Kota Sungai Penuh segera menanggapi keluhan mereka.
“Kami meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Bapak Wali Kota Sungai Penuh agar mengganti kepala sekolah yang sekarang dengan yang baru. Selama dua tahun ini, kami menilai belum ada kemajuan yang berarti di sekolah,” ujar Herlina.
Menurut Herlina, kepala sekolah perlu mendorong kemajuan dalam berbagai aspek pendidikan. Ia menilai perkembangan sekolah selama dua tahun terakhir belum memenuhi harapan para wali murid.
Selain persoalan perkembangan sekolah, Herlina juga menyoroti penerimaan guru honorer. Ia menilai proses tersebut lebih mengutamakan warga dari desa asal kepala sekolah daripada warga setempat.
Meski demikian, penilaian itu berasal dari pihak wali murid. Oleh sebab itu, klarifikasi pihak sekolah dan instansi terkait tetap diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang mengenai proses penerimaan guru honorer.
Bovi Handriyanto Tegaskan Komitmen Disdik
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Bovi Handriyanto, S.Pd., M.M., mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan.
“Kami menghargai kepedulian masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami terima, pelajari, dan tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Bovi menjelaskan bahwa pihaknya akan menangani setiap aspirasi secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, masukan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Selain itu, ia berharap Plt. kepala sekolah yang nantinya bertugas mampu membangun koordinasi dengan guru dan tenaga kependidikan. Pimpinan sementara tersebut juga perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar sekolah dapat memberikan pelayanan pendidikan secara optimal.
Disdik Minta Siswa Kembali Mengikuti Pembelajaran
Di tengah penyelesaian persoalan kepemimpinan, Dinas Pendidikan mengingatkan semua pihak agar mengutamakan kepentingan siswa. Bovi mengimbau para siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Ia juga meminta guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas secara optimal. Dengan begitu, persoalan kepemimpinan sekolah tidak menghambat proses belajar maupun hak siswa untuk memperoleh pendidikan.
FAQ
1. Mengapa wali murid menyegel SDN 064 Koto Tuo?
Para wali murid memprotes kepemimpinan kepala sekolah karena mereka menilai sekolah belum menunjukkan perkembangan berarti selama sekitar dua tahun terakhir.
2. Apakah Sulaiman sudah mengundurkan diri?
Ya. Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh menyatakan bahwa Sulaiman bersedia mundur setelah pembahasan lanjutan dan kemudian resmi mengundurkan diri dari jabatan kepala sekolah.
3. Siapa yang akan memimpin SDN 064 Koto Tuo selanjutnya?
Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh sedang memproses penunjukan Pelaksana Tugas (Plt.) kepala sekolah sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
4. Apa imbauan Dinas Pendidikan kepada siswa dan guru?
Dinas Pendidikan meminta siswa kembali mengikuti pembelajaran seperti biasa. Selain itu, guru dan tenaga kependidikan perlu tetap menjalankan tugas secara optimal agar kegiatan pendidikan berlangsung lancar.
5. Apa langkah selanjutnya setelah kepala sekolah mundur?
Dinas Pendidikan akan memproses penunjukan Plt. kepala sekolah. Pemerintah juga perlu menjaga kelancaran pengelolaan sekolah dan mengevaluasi berbagai keluhan wali murid demi meningkatkan mutu pendidikan.(Tim)









