BNI Sungai Penuh Bantu Balita Berisiko Stunting, Azhar Soroti Kekuatan Kolaborasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – BNI Sungai Penuh bantu balita berisiko stunting

 

Upaya memenuhi kebutuhan gizi anak di Kota Sungai Penuh mendapat dukungan dari dunia usaha. BNI Cabang Sungai Penuh menyalurkan 20 paket kebutuhan pokok untuk balita berisiko stunting dan keluarga kurang mampu.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menyambut langkah tersebut. Ia menilai kepedulian BNI dapat memperkuat gerakan bersama dalam membantu keluarga yang menghadapi persoalan kebutuhan pangan.

Azhar menerima langsung bantuan dari Kepala BNI Cabang Sungai Penuh, Surya Rezeki, di ruang kerjanya pada 20 September 2026. Setiap paket membawa sejumlah kebutuhan pokok, yakni beras, telur, minyak goreng, dan mi instan.

Azhar Dorong Peran Dunia Usaha

Azhar menyampaikan apresiasi kepada BNI Cabang Sungai Penuh. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dapat membantu pemerintah memperluas dukungan bagi keluarga yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNI Cabang Sungai Penuh atas kepedulian dan dukungannya. Bantuan ini menjadi bukti sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung penanganan stunting,” ujar Azhar.

Lebih lanjut, Azhar menilai penanganan stunting membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memang memiliki berbagai program, tetapi dukungan dari dunia usaha dan masyarakat dapat memperkuat jangkauan program tersebut.

Karena itu, Pemkot Sungai Penuh terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah ingin memastikan keluarga yang menghadapi risiko kekurangan gizi memperoleh perhatian secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Flyover Sungai Penuh-Sumbar Mulai Bergerak, Pemprov Jambi Buka Jalan Menuju Studi Kelayakan

Program 3S Perkuat Gerakan Pencegahan

Selain mengajak dunia usaha ikut bergerak, Pemkot Sungai Penuh juga menjalankan Program 3S atau Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah.

Program tersebut mengajak seluruh perangkat daerah untuk ikut membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian. Pemkot menyasar anak berisiko stunting, keluarga miskin ekstrem, serta ibu hamil yang membutuhkan dukungan.

Melalui Program 3S, pemerintah mendorong kepedulian terhadap kebutuhan pangan masyarakat. Dengan begitu, gerakan pencegahan stunting tidak hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga mengandalkan partisipasi banyak pihak.

Bantuan BNI Bantu Kebutuhan Keluarga

Sebanyak 20 paket bantuan dari BNI dapat membantu keluarga penerima memenuhi sebagian kebutuhan pangan sehari-hari. Beras, telur, minyak goreng, dan mi instan menjadi bagian dari paket yang BNI salurkan.

Di sisi lain, Pemkot Sungai Penuh tetap menempatkan pemenuhan gizi anak sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Pemerintah juga terus mendorong keluarga untuk memperhatikan kebutuhan pangan dan kesehatan anak.

Selanjutnya, pemerintah membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai unsur. Tenaga kesehatan, kader, perangkat daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Kolaborasi Jadi Kunci

Azhar berharap kepedulian BNI dapat menginspirasi dunia usaha lainnya. Semakin banyak pihak ikut bergerak, semakin luas pula dukungan bagi keluarga yang menghadapi risiko stunting.

Baca Juga :  Layanan JKN Sungai Penuh Jadi Sorotan, Sekda Alpian Satukan BPJS, Rumah Sakit dan Puskesmas

Menurutnya, pemerintah perlu membangun kolaborasi yang konsisten. Langkah tersebut dapat membantu memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kota Sungai Penuh.

Selain itu, Pemkot Sungai Penuh terus mendorong perangkat daerah agar aktif menjalankan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga mengajak masyarakat menjaga kepedulian terhadap anak dan keluarga di lingkungan masing-masing.

FAQ

1. Apa bantuan yang BNI Cabang Sungai Penuh salurkan?

BNI Cabang Sungai Penuh menyalurkan 20 paket kebutuhan pokok untuk balita berisiko stunting dan keluarga kurang mampu.

2. Apa saja isi paket bantuan BNI?

Setiap paket berisi beras, telur, minyak goreng, dan mi instan.

3. Siapa sasaran bantuan tersebut?

BNI menyasar balita berisiko stunting dan keluarga kurang mampu melalui bantuan kebutuhan pokok tersebut.

4. Apa itu Program 3S Pemkot Sungai Penuh?

Program 3S merupakan gerakan Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah yang mendorong perangkat daerah ikut membantu anak berisiko stunting, keluarga miskin ekstrem, dan ibu hamil yang membutuhkan.

5. Mengapa dunia usaha perlu ikut membantu penanganan stunting?

Dunia usaha dapat memperluas dukungan bagi keluarga yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut juga membantu pemerintah memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.(Tim)

Berita Terkait

Wawako Azhar Hamzah Salurkan Bantuan Gizi untuk Balita di Koto Baru, Langkah Cegah Stunting Diperkuat
Flyover Sungai Penuh–Tapan Mulai Dikaji, Wako Alfin Koordinasi dengan TNKS
Siapa Isi 5 Kepala OPD Sungai Penuh? Pansel Segera Umumkan Hasil Seleksi
Musrenbang Sumur Gedang Buka Arah Baru Pembangunan Desa 2027, Aspirasi Warga Jadi Sorotan
Pasar Beringin Jaya Dikebut, Alfin Minta Strategi Percepatan
Temui PT KMH, DPRD Sungai Penuh Soroti Pajak Air dan Sampah
Angkutan Tanah Kampus STKIP Disorot, Jalan Kumun Hilir Rusak dan Berdebu
Lahan 1 Hektare Jadi Gerakan Pangan, Pemdes Sumur Gedang dan Bhabinkamtibmas Tanam Jagung Tahap Kedua
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:59 WIB

Wawako Azhar Hamzah Salurkan Bantuan Gizi untuk Balita di Koto Baru, Langkah Cegah Stunting Diperkuat

Selasa, 29 September 2026 - 15:17 WIB

Flyover Sungai Penuh–Tapan Mulai Dikaji, Wako Alfin Koordinasi dengan TNKS

Selasa, 29 September 2026 - 13:59 WIB

Siapa Isi 5 Kepala OPD Sungai Penuh? Pansel Segera Umumkan Hasil Seleksi

Senin, 28 September 2026 - 10:59 WIB

Musrenbang Sumur Gedang Buka Arah Baru Pembangunan Desa 2027, Aspirasi Warga Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 06:00 WIB

Pasar Beringin Jaya Dikebut, Alfin Minta Strategi Percepatan

Berita Terbaru