Tak Cukup Jago Membuat Produk, Ini Rahasia Brand Artisan Indonesia Tembus Pasar Premium

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Industri kerajinan Indonesia terus mencatat pertumbuhan yang positif. Namun, banyak pelaku usaha artisan belum mampu mengubah kualitas produknya menjadi kekuatan merek yang bernilai tinggi. Kondisi tersebut membuat banyak produk lokal masih kesulitan menembus pasar premium.

Data menunjukkan nilai ekspor industri kerajinan mencapai US$305,54 juta pada triwulan III 2025. Angka itu meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar US$173,5 juta. Selain itu, sektor ekonomi kreatif juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional sepanjang 2025.

Di sisi lain, subsektor kriya terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif bersama sektor fesyen dan kuliner. Meski demikian, peningkatan produksi belum diikuti pertumbuhan merek lokal yang mampu menguasai segmen premium. Karena itu, pelaku usaha perlu memperkuat strategi branding agar mampu meningkatkan nilai bisnisnya.

Kualitas Produk Harus Diikuti Strategi Branding

Founder Moire Rugs, Tama Florentina, menilai pelaku usaha artisan kini menghadapi tantangan yang berbeda. Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus membangun merek yang mampu memperoleh kepercayaan konsumen.

“Transformasinya bukan hanya dari sisi produk, tetapi juga dari cara berpikir, dari menjual barang menjadi membangun sebuah brand experience,” ujarnya.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Wates Magelang Awalnya Meledak, Omzet Rp6 Juta Kini Anjlok, Ini Penyebab Sepinya Pembeli

Sejak awal, Moire Rugs memosisikan diri sebagai merek premium. Perusahaan tersebut menggabungkan craftsmanship, desain, serta layanan personal untuk menciptakan pengalaman yang berbeda bagi pelanggan.

Pengalaman Pelanggan Menentukan Nilai Merek

Selanjutnya, Tama menjelaskan bahwa label handmade hanya menjadi langkah awal. Setelah itu, pelaku usaha harus memperkuat desain, memilih material terbaik, menyusun proses kurasi, membangun identitas visual, serta menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi pelanggan.

Selain itu, Moire Rugs juga mengembangkan storytelling pada setiap produk. Tim perusahaan memilih material, menyusun tekstur, lalu mengerjakan setiap karpet sesuai karakter ruangan dan kebutuhan pelanggan.

“Yang dibeli customer bukan hanya karpetnya, tetapi juga waktu, keahlian, dan rasa yang dituangkan ke dalam proses pembuatannya,” kata Tama.

Kolaborasi Jadi Senjata Memperkuat Brand

Berbeda dengan banyak pelaku usaha lainnya, Moire Rugs tidak mengandalkan promosi secara besar-besaran. Sebaliknya, perusahaan membangun hubungan dengan arsitek, desainer interior, berbagai proyek desain, serta pelanggan yang memberikan rekomendasi kepada calon pembeli.

Strategi tersebut membantu perusahaan memperluas kepercayaan pasar sekaligus menjaga citra sebagai merek premium. Karena itu, perusahaan dapat menjangkau konsumen yang benar-benar menghargai kualitas dan desain produk.

Konsistensi Jadi Kunci Naik Kelas

Menurut Tama, pelaku usaha harus menjaga konsistensi pada setiap aspek bisnis. Mereka perlu mempertahankan kualitas produk, memperkuat identitas visual, serta terus meningkatkan pengalaman pelanggan.

Baca Juga :  BRIN Genap 5 Tahun, Gaspol Hilirisasi Riset demi Kesejahteraan Masyarakat

Dengan langkah tersebut, produk artisan tidak hanya menjadi kerajinan tangan. Sebaliknya, pelaku usaha dapat membangun merek premium yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

FAQ

Mengapa banyak brand artisan Indonesia sulit naik kelas?

Karena banyak pelaku usaha masih berfokus pada kualitas produk dan belum membangun identitas merek, pengalaman pelanggan, serta strategi branding yang kuat.

Apa strategi utama yang diterapkan Moire Rugs?

Moire Rugs menggabungkan craftsmanship, desain, personalisasi, storytelling, dan pengalaman pelanggan untuk membangun merek premium.

Mengapa storytelling penting bagi brand artisan?

Storytelling membantu pelanggan memahami nilai, proses, dan filosofi produk sehingga kepercayaan terhadap merek semakin kuat.

Bagaimana Moire Rugs memasarkan produknya?

Perusahaan mengembangkan kolaborasi dengan arsitek, desainer interior, proyek desain, serta mengandalkan rekomendasi pelanggan untuk memperluas pasar.

Apa kunci agar brand artisan mampu bersaing di pasar premium?

Pelaku usaha perlu menjaga konsistensi kualitas, memperkuat identitas merek, memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan, serta membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.(Tim)

Berita Terkait

Pejabat Ini Pilih Sepeda, Tolak Mobil Dinas Saat BBM Naik
Sukun RI Disebut Solusi Krisis Pangan Dunia, Ternyata Diakui Sejak Abad ke-17
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:54 WIB

Tak Cukup Jago Membuat Produk, Ini Rahasia Brand Artisan Indonesia Tembus Pasar Premium

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:30 WIB

Pejabat Ini Pilih Sepeda, Tolak Mobil Dinas Saat BBM Naik

Rabu, 22 April 2026 - 20:00 WIB

Sukun RI Disebut Solusi Krisis Pangan Dunia, Ternyata Diakui Sejak Abad ke-17

Berita Terbaru