Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kabupaten Majalengka terus mencatat pertumbuhan jumlah proyek investasi dalam tiga tahun terakhir. Namun, kenaikan tersebut belum mampu mengangkat nilai investasi secara signifikan. Sebaliknya, realisasi investasi pada 2025 kembali menurun karena penanaman modal asing (PMA) terus melemah.

Di sisi lain, investor tetap membuka proyek baru dalam jumlah yang lebih banyak. Akan tetapi, sebagian besar proyek itu membawa nilai investasi yang lebih kecil. Alhasil, rata-rata nilai investasi per proyek terus menyusut.

Kondisi tersebut membuat Majalengka belum mampu mengejar daerah-daerah lain di Jawa Barat yang berhasil menarik investasi bernilai besar. Padahal, jumlah proyek di wilayah ini terus bertambah setiap tahun.

Jumlah Proyek Naik Tajam dalam Tiga Tahun

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat melalui publikasi Indikator Ekonomi Provinsi Jawa Barat 2025 mencatat total investasi PMDN dan PMA di Majalengka mencapai Rp3,15 triliun pada 2023.

Selanjutnya, realisasi investasi meningkat menjadi Rp3,60 triliun pada 2024. Namun, pada 2025 nilainya turun menjadi Rp3,36 triliun.

Berbeda dengan nilai investasi, jumlah proyek justru melonjak sangat tinggi. Pada 2023, investor menjalankan 652 proyek. Kemudian, jumlah itu naik menjadi 1.553 proyek pada 2024. Setelah itu, angka tersebut kembali meningkat menjadi 2.198 proyek pada 2025 atau bertambah lebih dari 237 persen dalam dua tahun.

PMA Terus Menyusut

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa data investasi menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan aktivitas ekonomi antardaerah.

Baca Juga :  Job Fair Jambi 2026 Diserbu, Maulana Tekankan Akses Lowongan Berkelanjutan

Selain itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat mengumpulkan data tersebut sebagai bagian dari statistik ekonomi daerah.

Margaretha menegaskan penurunan investasi pada 2025 terutama berasal dari melemahnya investasi asing.

“Berdasarkan komposisi investasi, penurunan pada 2025 terutama dipengaruhi melemahnya investasi asing. Nilai PMA di Majalengka turun dari Rp2,27 triliun pada 2023 menjadi Rp1,77 triliun pada 2024 dan kembali menyusut menjadi Rp1,60 triliun pada 2025,” ujarnya.

PMDN Menjadi Penopang Utama

Sementara itu, investasi dalam negeri menunjukkan kinerja yang lebih baik. Nilai PMDN tumbuh dibandingkan 2023 meski mengalami sedikit penurunan pada 2025 menjadi Rp1,77 triliun.

Karena itu, PMDN kini menjadi penopang utama realisasi investasi di Kabupaten Majalengka.

Meski demikian, kenaikan PMDN belum mampu menutup penurunan investasi asing sehingga total investasi daerah tetap melemah.

Majalengka Masih Tertinggal

Jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Jawa Barat, capaian investasi Majalengka masih tertinggal cukup jauh.

Pada 2025, Kabupaten Bekasi membukukan investasi Rp81,84 triliun. Selanjutnya, Kabupaten Karawang mencatat Rp70,78 triliun, Kabupaten Bogor Rp32,47 triliun, Kabupaten Subang Rp18,20 triliun, Kabupaten Purwakarta Rp12,47 triliun, serta Kabupaten Sumedang Rp5,63 triliun.

Sementara itu, Majalengka hanya mencatat investasi Rp3,36 triliun. Nilai tersebut sedikit lebih tinggi daripada Indramayu, tetapi masih berada di bawah Kabupaten Cirebon yang mencapai sekitar Rp4,02 triliun.

Baca Juga :  Padang Jadi Magnet Investasi Awal 2026, Arus Modal Tembus Rp643 Miliar, Sektor Jasa Mendominasi

Margaretha menilai pertumbuhan investasi Majalengka belum mampu mengikuti percepatan investasi yang terjadi di sejumlah pusat ekonomi Jawa Barat.

Nilai Investasi per Proyek Terus Mengecil

Selain itu, lonjakan jumlah proyek belum berjalan seiring dengan masuknya investasi bernilai besar. Akibatnya, rata-rata nilai investasi pada setiap proyek terus menurun.

Margaretha pun menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Majalengka untuk menarik investasi dengan skala yang lebih besar.

“Investasi di Majalengka dalam tiga tahun terakhir lebih banyak ditopang oleh bertambahnya jumlah proyek daripada masuknya investasi bernilai besar. Kondisi itu membuat realisasi investasi daerah belum mengalami lonjakan yang cukup untuk mengejar daerah-daerah dengan pertumbuhan investasi paling pesat di Jawa Barat,” tutupnya.

FAQ

Mengapa investasi Majalengka turun pada 2025?

Karena nilai investasi asing (PMA) terus menurun sehingga total investasi ikut melemah.

Berapa jumlah proyek investasi di Majalengka pada 2025?

Investor menjalankan 2.198 proyek pada 2025 atau meningkat lebih dari 237 persen dibandingkan 2023.

Berapa total investasi Majalengka pada 2025?

Total investasi mencapai Rp3,36 triliun.

Apa yang menjadi penopang investasi Majalengka saat ini?

Investasi dalam negeri (PMDN) menjadi penopang utama setelah investasi asing terus menurun.

Mengapa nilai investasi tidak naik meski proyek bertambah?

Karena mayoritas proyek baru memiliki nilai investasi yang lebih kecil sehingga rata-rata investasi per proyek ikut menurun.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan
Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama
Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:37 WIB

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Berita Terbaru