DJP Kejar Pajak Digital 2026: TikTok Shop, Kripto hingga Barang Mewah Dibidik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 04:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus memburu potensi pajak di sektor digital. Sepanjang 2025, DJP menyasar berbagai lini, mulai dari marketplace seperti TikTok Shop, afiliasi digital, hingga aset kripto.

DJP juga mengincar sektor lain seperti digital marketing, payment gateway, ekspor-impor, mobil dan jam tangan mewah, pengembang perumahan, hingga data kapal dan komoditas perikanan.

Fokus Pengawasan dan Penegakan

DJP mengolah temuan tersebut menjadi Lembar Informasi Intelijen Perpajakan (LIIP). Tim kemudian menyebarkan data itu ke unit internal untuk ditindaklanjuti.

Petugas menindaklanjuti LIIP lewat berbagai langkah. Mereka menjalankan pengawasan melalui wider revenue activities (WRA), menyusun daftar prioritas penggalian potensi pajak (DSP4), hingga menerbitkan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK).

Selain itu, DJP juga menggencarkan edukasi. Petugas menggelar penyuluhan dan kelas pajak, melakukan pemeriksaan, hingga memperkuat penegakan hukum dan kolaborasi antar instansi.

Baca Juga :  Purbaya Ultimatum Rokok Ilegal: Wajib Legal Sebelum Mei

Hingga akhir 2025, DJP mencatat 190 LIIP sudah berlanjut ke penerbitan SP2DK. Data tersebut berasal dari berbagai sektor digital dan ekonomi modern.

Kendala Masih Muncul

Meski begitu, DJP masih menghadapi tantangan. Sejumlah LIIP belum mendapat tindak lanjut meski sudah masuk daftar prioritas pengawasan.

Selain itu, sistem Coretax DJP belum mendukung monitoring dan evaluasi secara optimal. Kondisi ini membuat proses pengawasan belum berjalan maksimal.

Setoran Pajak Digital Terus Naik

Di sisi lain, penerimaan pajak dari sektor digital terus menunjukkan tren positif. Pada Januari–Februari 2026, setoran naik sekitar 1,97%.

Hingga 28 Februari 2026, DJP mengantongi Rp48,11 triliun dari sektor ekonomi digital. Sebelumnya, per 31 Januari 2026, angka itu berada di Rp47,18 triliun.

Kontribusi terbesar datang dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebesar Rp37,40 triliun. Selain itu, pajak kripto menyumbang Rp1,96 triliun dan pajak fintech Rp4,64 triliun.

Baca Juga :  INKINDO Bengkulu Gelar MUSPROV XI 2026, Peran Konsultan Kian Strategis

Sementara itu, pajak dari Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP) mencapai Rp4,11 triliun.

Rincian Penerimaan

Sebanyak 223 perusahaan e-commerce memungut PPN PMSE. Total setoran mencapai Rp37,40 triliun hingga awal 2026.

Untuk pajak kripto, DJP mengumpulkan Rp1,96 triliun. Penerimaan itu berasal dari PPh Pasal 22 sebesar Rp1,09 triliun dan PPN dalam negeri Rp875,31 miliar.

Pajak fintech juga menunjukkan pertumbuhan. Total setoran mencapai Rp4,64 triliun, yang berasal dari PPh 23, PPh 26, serta PPN dalam negeri.

Adapun pajak SIPP menyumbang Rp4,11 triliun, dengan komposisi PPh Pasal 22 dan PPN.

DJP Perkuat Strategi

DJP memastikan akan terus memperkuat strategi pengawasan pajak digital. Mereka memaksimalkan pemanfaatan data, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, dan memperbaiki sistem pengawasan ke depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung
Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat
Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat
Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Dari MoU hingga Bantuan Pupuk, Azhar Hamzah Dorong Kemajuan Petani

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:35 WIB