Mahyeldi Ajak Masyarakat Perangi Narkoba, Serukan Gerakan Bersama Selamatkan Generasi Emas 2045

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh masyarakat memperkuat perang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Menurutnya, ancaman narkoba tidak hanya menghancurkan masa depan individu, tetapi juga menggerus kualitas generasi muda yang akan menentukan arah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Mahyeldi menyampaikan ajakan tersebut saat melepas Pawai Parade Kendaraan dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang digelar Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumbar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (23/7/2026).

Selain mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Mahyeldi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan keluarga. Menurutnya, sinergi seluruh elemen menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di Ranah Minang.

Mahyeldi: HANI Harus Melahirkan Gerakan Nyata

Mahyeldi menegaskan Hari Anti Narkotika Internasional tidak boleh sekadar menjadi agenda tahunan. Sebaliknya, momentum tersebut harus melahirkan aksi nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa Sumatera Barat memiliki kekuatan moral melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Karena itu, masyarakat perlu terus mengamalkan nilai-nilai tersebut sebagai benteng menghadapi ancaman narkotika.

“Di Sumatera Barat, narkoba tidak boleh berkembang. Namun faktanya, itu tetap ada. Karena itu, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat agar semakin peduli dan bersama-sama memerangi narkoba,” tegas Mahyeldi.

Narkoba Rusak Otak dan Masa Depan Generasi

Selanjutnya, Mahyeldi menjelaskan bahwa narkotika tidak hanya memicu persoalan sosial. Zat terlarang itu juga merusak fungsi otak, sistem saraf, daya ingat, kemampuan berpikir, hingga perilaku penggunanya.

Akibatnya, generasi muda kehilangan kesempatan untuk berkembang secara optimal dan berkontribusi bagi bangsa.

Baca Juga :  Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Sumbar Berhadiah Motor, Mahyeldi Ajak Warga Hadir

“Kalau seseorang sudah kecanduan narkoba, otaknya akan rusak, cara berpikirnya berubah, daya ingatnya menurun, perilakunya ikut berubah. Dalam kondisi seperti itu tentu akan sulit melahirkan generasi yang mampu memimpin dan membangun bangsa di masa depan,” ujarnya.

Indonesia Emas 2045 Butuh Generasi Berkualitas

Lebih lanjut, Mahyeldi menilai keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 bergantung pada kualitas generasi muda saat ini. Oleh sebab itu, semua pihak harus menjaga mereka dari ancaman narkoba sejak dini.

“Kalau generasi muda kita rusak karena narkoba, maka harapan Indonesia Emas 2045 akan sulit terwujud. Kita membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan produktif untuk membawa bangsa ini semakin maju,” katanya.

Ia menambahkan, setiap keluarga memiliki peran penting dalam membangun karakter anak sekaligus mengawasi lingkungan pergaulan mereka agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika.

Ketergantungan Narkoba Memicu Kejahatan

Di sisi lain, Mahyeldi menyoroti hubungan antara ketergantungan narkotika dan meningkatnya angka kriminalitas. Menurutnya, banyak pelaku kejahatan nekat melakukan tindakan melawan hukum karena dorongan untuk membeli narkoba.

“Tidak sedikit anak yang mencuri uang orang tuanya demi membeli narkoba. Bahkan ada yang melakukan tindak kekerasan dan berbagai kejahatan lainnya karena pengaruh ketergantungan narkoba. Ini ancaman nyata yang harus kita hadapi secara bersama-sama,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar agar tanda-tanda penyalahgunaan narkoba dapat diketahui lebih awal.

LAN Sumbar Gencarkan Edukasi hingga Nagari

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumbar, Afriadi Maspira, mengatakan HANI 2026 menghadirkan berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan kampanye pencegahan narkotika.

LAN Sumbar menggelar anjangsana ke panti asuhan, aksi bersih pantai, serta roadshow ke nagari, sekolah, dan perguruan tinggi. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, LAN Sumbar ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama generasi muda, tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga :  Mahyeldi Bongkar Bukti SPMB Sumbar Bebas Titipan, Anak Gubernur hingga Anak Sekda Sama-sama Gagal Lolos

Menurut Afriadi, pawai kendaraan juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak memberikan ruang bagi peredaran gelap narkotika.

“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa Sumatera Barat yang menjunjung tinggi nilai adat dan agama tidak boleh memberi ruang bagi peredaran gelap narkotika. Sayangi anak-anak kita, lindungi generasi muda kita, dan bersama-sama tolak narkoba dari Ranah Minang,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Pemberantasan Narkoba

Afriadi menambahkan, LAN Sumbar terus mendukung upaya pemberantasan narkotika sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Karena itu, LAN Sumbar mengajak pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan keluarga memperkuat kolaborasi untuk mencegah penyalahgunaan sekaligus memberantas peredaran gelap narkotika di Sumatera Barat.

FAQ

Mengapa Mahyeldi mengajak masyarakat memerangi narkoba?

Karena narkoba mengancam kualitas generasi muda, memicu berbagai tindak kriminal, dan menghambat terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Apa pesan Mahyeldi dalam peringatan HANI 2026?

Mahyeldi meminta seluruh masyarakat menjadikan HANI sebagai momentum untuk memperkuat gerakan nyata melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Apa kegiatan yang digelar LAN Sumbar pada HANI 2026?

LAN Sumbar menggelar pawai kendaraan, anjangsana ke panti asuhan, aksi bersih pantai, serta roadshow ke nagari, sekolah, dan perguruan tinggi.

Bagaimana cara masyarakat mendukung pemberantasan narkoba?

Masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mengawasi keluarga, memperkuat pendidikan karakter, serta mendukung kolaborasi dengan pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Wajibkan OPD Sumbar Ciptakan Inovasi, Pelayanan Publik Harus Lebih Cepat dan Mudah
Dana Rp534 Miliar Mulai Digenjot, Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana hingga Mitigasi Bencana
Mahyeldi Soroti Krisis Mental Generasi Muda Sumbar, PDSKJI Diminta Perkuat Layanan hingga Daerah
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Sumbar Berhadiah Motor, Mahyeldi Ajak Warga Hadir
Mahyeldi Bongkar Peran Besar Alumni, Ajak Jadi Motor Pendidikan dan Pembangunan Sumbar
Sekda Sumbar Dorong LPM Jadi Motor Nagari Creative Hub, Siap Perkuat Ekonomi dan Pemberdayaan Warga
Generasi Muda Terancam, Pemprov Sumbar Minta Niniak Mamak Ambil Peran Lebih Besar Jaga Moral Anak Nagari
Pemprov Sumbar Percepat Rehabilitasi ABH Kasus MAN 3 Padang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Mahyeldi Ajak Masyarakat Perangi Narkoba, Serukan Gerakan Bersama Selamatkan Generasi Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Wajibkan OPD Sumbar Ciptakan Inovasi, Pelayanan Publik Harus Lebih Cepat dan Mudah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Dana Rp534 Miliar Mulai Digenjot, Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana hingga Mitigasi Bencana

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:00 WIB

Mahyeldi Soroti Krisis Mental Generasi Muda Sumbar, PDSKJI Diminta Perkuat Layanan hingga Daerah

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:00 WIB

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Sumbar Berhadiah Motor, Mahyeldi Ajak Warga Hadir

Berita Terbaru